Sebanyak 47,32 persen alias 97 pembaca mengaku enggan berjalan menggunakan pesawat domestik di tengah nilai tiket nan merangkak naik. Angka ini diperoleh dari polling kumparan pada 8 hingga 15 April 2026. Polling ini diikuti oleh 205 pembaca.
Sedangkan 32,68 persen alias 67 pembaca memilih berjalan menggunakan moda transportasi lain. Sisanya, sebanyak 20 persen alias 41 pembaca memilih tetap berjalan menggunakan pesawat domestik.
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan nilai tiket pesawat domestik bakal naik 9-13 persen imbas kebijakan kenaikan persentase fuel surcharge alias biaya tambahan nan dikenakan oleh maskapai kepada pelanggan, untuk menutupi kenaikan biaya bahan bakar avtur.
Airlangga menjelaskan bahwa nilai avtur mengalami lonjakan di seluruh negara. Misalnya, di Thailand harganya mencapai Rp 29.518 per liter, Filipina Rp 25.326 per liter, dan Indonesia sudah menembus Rp 23.551 per liter. Adapun avtur berkontribusi pada 40 persen biaya operasional maskapai.
Kenaikan fuel surcharge 38 persen bertindak untuk pesawat jet dan propeller, dari sebelumnya 10 persen, untuk merespons kenaikan nilai avtur di pasaran sebagai akibat perang AS-Israel dan Iran. Kebijakan ini hanya bertindak selama 2 bulan.
"Fuel surcharge kemarin sudah naik 10 persen berbasis daripada nomor pemisah atas tarif di tahun 2019, kemudian disesuaikan lagi menjadi 38 persen, di mana ini sama untuk jet maupun propeller," ungkapnya saat konvensi pers, Senin (6/4).
Sebelumnya, kata Airlangga, fuel surcharge untuk pesawat jet dikenakan 10 persen dan propeller 25 persen, namun saat ini disesuaikan kembali menjadi jet sekitar 28 persen dan propeller 13 persen. Namun, kenaikan tarif tiket pesawat bakal ditekan hanya 9-13 persen saja.
"Untuk menjaga kenaikan nilai tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat, maka pemerintah menjaga kenaikan nilai tiket hanya di kisaran 9-13 persen," tegas Airlangga.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·