
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
JAKARTA – Sejumlah politisi dan personil parlemen Amerika Serikat (AS) mulai menyerukan diberlakukannya Amandemen Ke-25 nan berpotensi menamatkan masa pemerintahan Presiden Donald Trump. Seruan ini semakin kuat menyusul unggahan Trump mengenai perang di Iran nan penuh umpatan dan kata-kata kasar di media sosial Truth Social pada Minggu (5/4/2026).
Unggahan Penuh Kemarahan
Dalam unggahan tersebut, Trump menakut-nakuti bakal mengebom akomodasi publik Iran seperti pembangkit listrik dan jembatan jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz. Di penghujung unggahan itu, Trump apalagi menyematkan kata “Segala puji bagi Allah”, merujuk pada Tuhan umat Islam.
“Hari Selasa bakal menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran.”
“Bukalah Selat sialan itu, kalian bajingan gila, alias kalian bakal hidup di Neraka – LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah.”
Unggahan ini membikin banyak politisi meragukan kesehatan mental Trump alias kemampuannya untuk memimpin negara.
Senator Chris Murphy, Demokrat dari Connecticut, adalah salah satu bunyi terkuat nan menyerukan perihal ini.
“Jika saya berada di Kabinet Trump, saya bakal menghabiskan Paskah dengan menghubungi pengacara konstitusi tentang Amandemen Ke-25,” kata Murphy di X.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·