Penyebab Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Bukan Sekadar soal Pemain!

Sedang Trending 53 menit yang lalu

 Bukan Sekadar soal Pemain!

Timnas Indonesia kandas total di Piala AFF 2026. (Foto: PSSI)

KEGAGALAN Timnas Indonesia di arena Piala AFF 2026 tidak bisa lagi sekadar dilihat dari kacamata performa di atas lapangan hijau. Pengamat sepak bola nasional, Abdul Haris nan berkawan disapa Bung Ais, menilai ada banyak persoalan sistemik nan saling berangkaian dalam rontoknya skuad Garuda tahun ini.

Dalam program Morning Zone nan tayang di akun youtube Okezone, Bung Ais menilai akar masalah tersingkirnya timnas Indonesia sama sekali bukan lantaran skuad ini kekurangan materi pemain berkualitas. Namun, masalah utamanya lantaran para pemain itu kandas dimaksimalkan dengan baik.

"Jika memandang perjalanan Indonesia di turnamen ini, persoalannya bukan lantaran tim kekurangan kualitas, justru Indonesia punya banyak pemain berindividu mumpuni nan sayangnya kandas diterjemahkan menjadi konsistensi tim," ujar Bung Ais dalam program Morning Zone, dikutip Senin (10/8/2026).

Lebih lanjut, Bung Ais menyoroti keahlian sang ahli taktik, John Herdman, nan dinilai tetap gagap membaca atmosfer turnamen regional. Padahal, rekam jejak laga uji coba sebelum turnamen seperti di FIFA Matchday tampak sangat menjanjikan dengan torehan delapan gol dan hanya sekali kalah dari Bulgaria.

"Pelatih John Herdman terlihat kurang memahami karakter keras sepak bola Asia Tenggara, sehingga transisi dari uji coba ke kejuaraan resmi kandas diadaptasi dengan baik," tegas Bung Ais.

 Okezone/Aldhi Chandra) Susunan pemain Timnas Indonesia vs Timnas Vietnam di Piala AFF 2026 (Foto: Okezone/Aldhi Chandra)

1. Buntu Secara Taktis

Kendala krusial berikutnya nan dikuliti Bung Ais adalah ketiadaan rencana persediaan ketika skema utama Timnas Indonesia sukses dibaca oleh lawan. Pola serangan nan terlalu monoton, ialah mengandalkan build-up dari belakang dan crossing manja ke arah Mitchell Baker, menjadi bumerang tersendiri bagi Timnas Indonesia.

"Persoalan paling mencolok adalah kita tidak punya plan B. Begitu musuh sukses mematikan umpan silang ke Mitchell Baker, tim langsung kebingungan mencari celah," sambung Bung Ais.

Keroposnya lini pertahanan juga menjadi catatan merah tersendiri, khususnya dalam meredam transisi sigap dan serangan kembali musuh melalui sektor sayap. Bung Ais menyayangkan kelemahan klasik saat melawan Timor-Leste tersebut tidak kunjung diperbaiki hingga babak krusial kontra Vietnam.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com