Jakarta, CNN Indonesia --
Bareskrim Polri mengungkap sejumlah dugaan penyebab putusnya kabel transmisi hingga mengakibatkan gangguan sistem kelistrikan atau Blackout nan terjadi di Sumatera, pada Jumat (23/5) kemarin.
Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin menyebut dari hasil investigasi campuran nan dilakukan Bareskrim berbareng Puslabfor dan PLN, kejadian itu diduga disebabkan lantaran aspek cuaca buruk.
"Penyebab terputusnya kabel transmisi tetap proses pendalaman dengan beberapa kemungkinan antara lain aspek mekanik akibat gesekan dan pengaruh angin," ujarnya dalam konvensi pers, Senin (25/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kata dia, putusnya kabel transmisi bisa jadi juga disebabkan oleh aspek panas akibat sambungan kabel nan lenggang sehingga menimbulkan rongga. Ataupun aspek tarikan alias goyangan akibat cuaca ekstrem.
Ia menjelaskan pelbagai dugaan gangguan itu kemudian menyebabkan terjadinya ketidakstabilan gelombang dan tegangan listrik nan memicu trip pembangkit secara berantai.
Sehingga berakibat pada blackout massal di sejumlah wilayah Sumatera meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan.
Ia menambahkan dari hasil pemeriksaan pada titik awal gangguan kondisi bentuk tower transmisi dipastikan tetap dalam keadaan baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan pada struktur tower.
"Dugaan itu diperkuat oleh keterangan saksi nan kita temukan, masyarakat sekitar letak kejadian, menerangkan bahwa sesaat sebelum kejadian terjadi ledakan, baru terjadi pemadaman listrik di area sekitar tower transmisi," tuturnya.
Kendati demikian, Nunung memastikan tidak ada unsur sabotase nan menyebabkan terputusnya kabel transmisi tersebut. Ia lantas meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh dan menyebarkan buletin hoaks nan beredar.
"Sampai dengan saat ini bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout," jelasnya.
Nunung menambahkan dari peralatan bukti kabel nan ditemukan bahwa kerusakan alias putusnya kabel alias jaringan tidak dalam kondisi nan rapih.
"Dia lebih berkarakter alias berbentuk serabut, ya, seperti nan ada di depan. Jadi jika itu sabotase, pasti potongan-potongannya lebih rapi," pungkasnya.
(tfq/gil)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·