Jakarta, CNN Indonesia --
Lima orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) nan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) tengah menjalani pemeriksaan intensif di instansi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Rabu (10/6).
"Saat ini pihak-pihak nan diamankan tetap dilakukan pemeriksaan secara intensif dan siang tadi sudah dilakukan pembeberan dan diputuskan atas penyelidikan tertutup ini diputuskan naik ke tahap investigasi berasas bukti permulaan nan cukup dan sah," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta.
KPK menangkap lima orang ASN BPK dalam OTT di Jakarta pada 9 dan 10 Juni 2026. Operasi senyap tersebut berangkaian dengan dugaan tindak pidana suap atas temuan BPK terhadap sejumlah pengadaan di Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dugaan pemberian (suap) ini berangkaian dengan temuan BPK dalam pengadaan salah satunya adalah Smart TV nan kemarin sudah kita jelaskan dalam bangunan perkara Muara Enim," tutur Budi.
"Ini kelak kami bakal terus kami dalami dari para pihak nan sudah diamankan dalam tangkap tangan ini," sambungnya.
Sebelumnya, KPK melakukan OTT di Jakarta dan Sumatera Selatan pada 6-8 Juni 2026 terhadap dugaan dugaan suap pengadaan peralatan dan jasa (PBJ) dan penerimaan gratifikasi tahun anggaran 2025-2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Dari 10 orang nan ditangkap, empat di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.
Mereka adalah Bupati Muara Enim, Edison; Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Abi Nurwardani; orang kepercayaan bupati, Adi Triyadi; dan pihak swasta dari PT Millenium Solusi Abadi (PT MSA), Cory Erin Hardi.
Mereka telah dilakukan penahanan selama 20 hari pertama terhitung mulai 9 Juni sampai 28 Juni 2026.
(ryn/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·