Polisi Tangkap Pasutri Diduga Pembakar Lahan di Samarinda Kaltim

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisan menangkap  pasangan suami istri nan diduga sengaja membakar lahan untuk mempercepat pembukaan lahan pertanian di area Gunung Kapur, Kelurahan Sambutan, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Kapolsek Samarinda Kota AKP Amiruddin penangkapan itu dilakukan setelah polisi mendatangi letak berdasarkan laporan masyarakat mengenai kebakaran lahan tersebut.

"Pagi ini, kami dari Polsek Samarinda Kota berbareng dengan Pamapta Polresta Samarinda mendatangi letak kejadian usai menerima laporan masyarakat," ujarnya, Jumat (28/8) dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi berbareng petugas pemadam kebakaran, relawan, dan penduduk kemudian berupaya melokalisasi api agar tidak merambat ke area lain.

Di lokasi, polisi meminta keterangan pasangan suami istri nan diduga melakukan pembakaran.

Berdasarkan pemeriksaan awal kepolisian, pasangan tersebut mengaku sengaja membakar sisa material pembersihan pada lahan seluas sekitar separuh hektare untuk mempercepat pembukaan lahan nan bakal digunakan menanam padi.

Amiruddin mengatakan pembukaan lahan dengan langkah membakar berisiko memicu kebakaran lebih luas, terutama ketika kondisi vegetasi mengering.

Pasangan suami istri tersebut kemudian dibawa ke Polsek Samarinda Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penanganan kasus tersebut berjalan saat Kota Samarinda berstatus tanggap darurat menyusul meningkatnya kejadian kebakaran lahan dan akibat musim kemarau.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda mencatat 102 kejadian kebakaran lahan hingga Kamis (27/8) dengan luas area terdampak sekitar 160 hektare.

Status tanggap darurat di Samarinda bertindak selama 14 hari sejak 26 Agustus hingga 7 September 2026 setelah sebelumnya pemerintah kota menetapkan status siaga darurat sejak 20 Agustus.

Amiruddin mengimbau masyarakat menggunakan langkah nan lebih kondusif untuk membersihkan sisa aktivitas pertanian tanpa membakar lahan.

"Kami juga memohon support dari semua pihak dan relawan untuk memberikan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan," katanya.

(antara/kid)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional