Harga Bitcoin Melemah di Bawah USD 80.000 Imbas Suku Bunga AS Berpotensi Ketat

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Bitcoin. Foto: Edgar Su/REUTERS

Harga bitcoin kembali turun di bawah USD 80.000 pada Jumat (28/8), setelah Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh berjanji untuk mengembalikan inflasi ke target, mendorong imbal hasil obligasi Treasury jangka pendek lebih tinggi.

Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (29/8), pergerakan tersebut tergolong moderat dan bukan merupakan pembalikan dari pemulihan mata uang digital nan lebih luas. Warsh mengatakan inflasi kudu bergerak jelas menuju sasaran The Fed, memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan dapat tetap ketat untuk jangka waktu nan lebih lama.

Bitcoin melemah berbareng aset sensitif suku kembang lainnya tetapi tetap jauh di atas level nan terlihat awal bulan ini. Pasar mata uang digital tetap dalam ketidakpastian tanpa arah nan jelas setelah terjadi short squeeze akibat likuidasi rekor dalam taruhan bearish dengan leverage pada aset digital minggu lalu.

Open interest untuk futures Bitcoin, nan merupakan kebanyakan perdagangan kripto, belum menunjukkan pemulihan signifikan setelah kerugian tersebut, menurut info dari Coinglass.

“Meskipun ada sedikit kecenderungan garang dari Warsh, pasar mencerna semua ini dengan relatif baik sejauh ini. Bagi saya, pidato tersebut sesuai dengan ekspektasi," kata pedagang OTC Wintermute, Jasper De Maere.

Menurut De Maere, terdapat blok opsi beli (call option) senilai USD 85.000 dalam jumlah sangat besar dengan tanggal kedaluwarsa September, dan opsi beli senilai USD 90.000 dengan tanggal kedaluwarsa November dan Desember.

kumparan post embed

Bitcoin turun hingga 4 persen menjadi USD 76.871, dan nyaris tidak berubah sepanjang minggu. Pada minggu sebelumnya, Bitcoin mencatatkan kenaikan 23 persen. Namun, nilai tersebut tetap turun sekitar 40 persen dari nilai tertinggi sepanjang masa sekitar USD 126.000 pada Oktober lalu.

Para trader memandang metrik jangka panjang untuk mengukur kesehatan pemulihan. Menurut laporan riset dari Galaxy Digital, dalam empat dari lima pasar bearish mata uang digital nan telah selesai, begitu rata-rata pergerakan 50 minggu pertama kali ditembus ke atas, titik terendah pasar bearish pasti tercapai.

“Dari sini semuanya berjuntai pada rata-rata pergerakan 50 minggu, rata-rata tersebut perlu memperkuat pada penutupan mingguan agar struktur bullish tetap utuh, dan altcoin adalah ekspresi beta nan lebih tinggi dari pengetesan nan sama,” kata salah satu pendiri Secure Digital Markets, Mostafa Al-Mashita.

Para pedagang opsi mata uang digital bersikap optimis namun tetap waspada dalam jangka menengah hingga panjang. Setelah Bitcoin melonjak dari USD 62.000 menjadi USD 80.000 hanya dalam seminggu, opsi Bitcoin senilai USD 6,4 miliar nan bakal berhujung masa berlakunya di bursa mata uang digital Deribit membikin para pelaku pasar menghadapi keputusan posisi kunci nan dapat memperkuat volatilitas.

Pendiri dan CEO Two Prime, Alex Blume, memandang kecenderungan mulai bergeser lebih banyak ke opsi beli (call option) dan volatilitas tersirat naik di atas titik terendah historis nan dicapai dalam beberapa bulan terakhir. Masa kedaluwarsa ini menawarkan kesempatan bagi pasar untuk mengatur ulang posisinya.

“Saya mau memandang apakah kecenderungan terus bersambung ke arah opsi beli dan apakah volatilitas tersirat tetap tinggi," ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan