Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi menahan dua orang mengenai kasus tantangan (challenge) mahfuz Al-Qur'an ditukar dengan minuman keras (miras) saat konser musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara (Jakut). Dua orang itu saat ini berbaju tahanan.
Adapun dua orang tersangka itu merupakan wanita berinisial R dan laki-laki berinisial E. PKeduanya dibawa dari ruang interogator Ditreskrimum Polda Metro Jaya menuju ruang tahanan.
Tak ada sepatah kata pun terucap dari mulut keduanya. Mereka hanya tertunduk saat digiring.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku penistaan saat ini sudah diamankan di Polres Metro Jakarta Utara," kata Plh Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Oki Waskito mengutip detikcom, Rabu (12/8).
Adapun investigasi kasus ini sudah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Kasus ini sebelumnya ditangani Polres Metro Jakarta Utara (Jakut).
"Proses norma sedang melangkah dan untuk kasusnya sudah dilimpahkan ke PMJ," kata Kasi Humas Polres Metro Jakut, Iptu Maryati Jonggi.
Sebelumnya, aktivitas promosi diduga minuman keras (miras) berkedok tantangan mahfuz Al-Qur'an dalam pagelaran musik The Sounds Project nan digelar akhir pekan lalu, Minggu (9/8), di Jakarta Utara viral di media sosial.
Dalam video viral, visitor merekam momen sebuah booth produk miras nan gelar tantangan (challenge) mahfuz salah satu surah dalam kitab suci Al-Qur'an ialah Ad-Duha bagi pengunjung, dengan hadiah diduga sebotol miras nan dipromosikan.
Pada unggahan di akun media sosial IG resmi The Sounds Project selaku penyelenggara pun buka bunyi mengenai peristiwa itu.
"Kami sebagai penyelenggara aktivitas turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak bakal pernah, membenarkan perilaku nan menjadikan kepercayaan sebagai bahan challenge alias promosi produk dalam corak apa pun," demikian pernyataan resmi nan dikutip dari akun IG The Sounds Project.
"Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara," imbuhnya.
Sementara itu, pemandu aktivitas alias MC di booth Newport dalam aktivitas The Sounds Project juga telah meminta maaf secara terbuka. Hal itu disampaikan lewat akun media sosial Threads, aqueer_, nan dimiliki Revnaldo Ega.
"Saya Ega, selaku MC booth Newport pada Minggu, 9 Agustus 2026, memohon maaf atas kejadian nan terjadi saat aktivitas berlangsung," kata dia.
"Kejadian tersebut merupakan tindakan spontan audiens dan tidak mengenai dengan pihak Newport. Saya mengakui kelalaian dalam mengendalikan situasi dan menjadikannya pembelajaran untuk lebih sigap dan bertanggung jawab ke depannya," imbuhnya.
Kemudian, manajemen Newport juga menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan buntut kasus promosi miras tersebut.
"Sehubungan dengan beredarnya video di booth Newport pada gelaran pagelaran musik The Sounds Project, Minggu (09/08), Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian nan menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan nan terjadi," kata Direktur Newport, Handoko Sasongko dalam keterangannya, Rabu (11/8).
Handoko menyatakan bahwa aktivitas itu bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun pengarahan nan dibuat alias direncanakan oleh Newport. Ia pun menyatakan aktivitas itu muncul secara spontan dari visitor nan berada di lokasi.
"Kami menyesali adanya kelalaian dalam pengawasan di lapangan, sehingga tindakan nan tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta budaya istiadat nan dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi," ucap dia.
Baca buletin lengkapnya di sini.
(tim/dal)
38 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·