Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) Letjen TNI Mochamad Syafei mengingatkan generasi muda agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Pesan tersebut disampaikan Syafei seusai menghadiri Forum Kebangsaan Kesadaran Bela Negara di Gedung M. Toha Kodiklatad, Kota Bandung, Kamis (13/8/2026).
Menurut Syafei, perkembangan media sosial membawa dua sisi bagi masyarakat. Di satu sisi, media sosial dapat menjadi sarana untuk mendapatkan info dan pengetahuan dengan cepat. Namun, di sisi lain, media sosial juga dapat menjadi pintu masuk beragam pengaruh negatif.
"Media sosial ini adalah suatu kekuatan, dan juga bisa menjadi suatu kelemahan. Adik-adik ini kudu tahu norma dan aturan," kata Syafei.
Ia menilai generasi muda perlu mempunyai keahlian untuk menyaring beragam info nan diterima melalui media sosial. Sebab, tidak semua konten nan beredar memberikan pengaruh positif.
Syafei mencontohkan konten negatif nan terkadang dikemas dengan langkah menarik sehingga bisa memancing perhatian pengguna. Kondisi tersebut membikin masyarakat, khususnya generasi muda, kudu lebih jeli sebelum menerima maupun menyebarkan informasi.
"Konten negatif itu pun dikemas dengan baik untuk membikin menjadi interest, daya tarik bagi dia. Sehingga jika dia tidak jeli, dia tidak tahu aturan, dia tidak tahu tentang dogma, doktrin bernegara, berbangsa, ini mereka bisa tersesat," ujarnya.
Menurutnya, info nan diterima secara terus-menerus dapat memengaruhi pola pikir seseorang. Karena itu, pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara dinilai krusial agar generasi muda tidak mudah terpengaruh info nan dapat memecah persatuan.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Forum Kebangsaan nan digelar Pusterad. Kegiatan itu melibatkan beragam unsur, mulai dari TNI-Polri, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pelajar dan mahasiswa.
Syafei mengatakan forum tersebut menjadi momentum untuk kembali menguatkan nasionalisme generasi muda menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.
"Kita tahu bahwa kondisi kita akhir-akhir ini banyak pengaruh-pengaruh terutama dari media-media sosial nan membikin kita terkotak-kotak, berpikiran membikin suatu pemikiran nan berbeda-beda tentang kondisi negara ini," katanya.
Meski demikian, Syafei menegaskan media sosial tidak selalu membawa akibat buruk. Menurutnya, perkembangan teknologi justru memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk belajar dan mendapatkan beragam referensi.
"Hal-hal nan positif juga banyak, membikin bumi ini tanpa batas. Kita bisa belajar tanpa susah-susah mencari referensi," tuturnya.
Karena itu, dia meminta generasi muda tidak menjauhi media sosial, tetapi menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab. Informasi nan diterima perlu diperiksa dan disaring sebelum dipercaya maupun disebarluaskan.
Pusterad juga berambisi edukasi mengenai kesadaran bela negara dan nasionalisme dapat diteruskan ke beragam lembaga pendidikan, baik sekolah maupun pesantren. Syafei mengatakan pembinaan tersebut dapat dilakukan secara berjenjang melalui satuan TNI AD di beragam daerah.
"Kita berambisi ini bisa ditularkan kepada lembaga-lembaga pendidikan, baik umum maupun informal," pungkasnya.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·