Polisi kembali menangkap dua orang pelaku nan mengeroyok dan melindas seorang pelajar berjulukan Ilham Dwi Saputra (16) di Pandak, Kabupaten Bantul, hingga tewas. Total sudah empat dari tujuh pelaku diamankan.
"Satreskrim Polres Bantul kembali mengamankan dua orang pelaku penganiayaan terhadap korban IDS, penduduk Pandak, Bantul," kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, dalam keterangannya, Senin (27/4).
Kedua pelaku ialah JMA (laki-laki, 23 tahun) asal Pakualaman dan RAR (laki-laki, 19 tahun) asal Bantul.
"Kedua pelaku tersebut sukses ditangkap pada Sabtu (25/4) di tempat pelariannya di Tangerang, Banten. Terhadap kedua pelaku selanjutnya dilakukan penahanan di Polres Bantul," katanya.
Saat ini, polisi tetap mengejar tiga pelaku lain.
"Kami berkomitmen untuk secepatnya mengungkap kasus ini dan memproses norma para pelaku dengan seadil-adilnya," tegasnya.
Ilham sempat menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit sebelum mengembuskan napas terakhirnya.
Rita mengatakan, dua pelaku lainnya ialah BLP (laki-laki, 18 tahun) asal Kretek, Kabupaten Bantul, dan YP (laki-laki, 21 tahun) asal Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, telah ditangkap.
"Terhadap kedua pelaku tersebut saat ini sudah dilakukan penahanan di Polres Bantul," kata Rita saat dikonfirmasi, Selasa (21/4).
Disorot DPR
Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding menyoroti kejadian tewasnya Ilham. Ia mendorong agar pelaku diproses secara tegas.
“Tentunya peristiwa ini menjadi sebuah keprihatinan bersama. Kita minta Aparat Penegak Hukum (APH) menangkap seluruh pelaku dan memproses secara tegas sesuai ketentuan nan berlaku,” kata Sarifuddin Sudding, Jumat (24/4).
Sudding pun mendorong dilakukannya pemetaan terhadap kelompok-kelompok berisiko. Ia menilai diperlukan pendekatan nan lebih luas dalam menangani persoalan kekerasan di kalangan remaja.
“Melihat kekerasan fatal terhadap pelajar di Bantul, ini kudu menjadi perhatian semua pihak bahwa ada tuntutan penanganan norma nan bisa memutus pola kekerasan berulang di kalangan remaja,” tuturnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·