Polisi Sebut Demo di Bundaran HI Tak Berizin, Ini Kata Ketua BEM UI

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof Ma'shum Imawan, membantah keras pernyataan pihak kepolisian nan menyebut tindakan unjuk rasa mahasiswa di Bundaran HI melanggar prosedur lantaran tidak melayangkan surat pemberitahuan resmi.

Yatalathof menegaskan bahwa kewenangan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan bagian dari kewenangan asasi nan telah dijamin secara kuat dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Atas dasar itu, menurutnya aktivitas demonstrasi sama sekali tidak memerlukan izin dari otoritas mana pun.

“Dalam berdemonstrasi kan sudah dilindungi haknya oleh konstitusi dasar UUD 1945. Jadi sudah memenuhi konstitusi. Kemudian namanya saja pemberitahuan aksi, jadi kewajibannya memberitahukan saja,” kata Yatalathof saat dihubungi, Minggu (14/6/2026).

Lebih lanjut, Yatalathof menyoroti kejanggalan sikap abdi negara di lapangan nan sempat mengarahkan massa tindakan untuk menggeser letak demonstrasi ke area Gedung DPR RI. Ia menilai, pernyataan polisi nan mempermasalahkan manajemen tersebut sangat bertolak belakang dengan kebenaran nan terjadi di area unjuk rasa.

“Jika polisi menyatakan ini tidak sesuai prosedur, kenapa polisi justru memaksa demo di DPR? Kan kocak begitu,” ujarnya.

Tidak sampai di situ, dia juga menyayangkan tindakan represif berupa barikade nan dilakukan oleh personel kepolisian. Hambatan tersebut dinilai mencederai kewenangan beragama mahasiswa lantaran sempat memblokade pergerakan massa nan hendak menunaikan ibadah wajib di tengah jalannya aksi.

“Belum lagi memblokade kita untuk massa tindakan Salat Jumat di Dukuh Atas,” cetusnya.

Yatalathof menilai narasi nan dilemparkan pihak kepolisian ke media massa kerap kali tidak sesuai dengan kebenaran objektif di lapangan.

Ia memperingatkan bahwa inkonsistensi sikap seperti ini hanya bakal semakin mengikis legitimasi dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Polri.

“Sudahlah Pak, bapak ngomong A kenyataannya kan selalu B. Bangkrut, Pak, kepercayaan bapak,” tegasnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita