Polisi memeriksa pekerja rumah tangga (PRT) nan selamat berinisial R (30) dalam kasus 2 PRT nan melompat dari lantai 4 sebuah kos di area Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Saat ini korban tersebut tetap menjalani perawatan di rumah sakit.
Pemeriksaan ini dilakukan berbareng 9 saksi lain serta pengumpulan peralatan bukti berupa rekaman CCTV untuk mengungkap dugaan penyekapan hingga eksploitasi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan interogator saat ini tetap mendalami seluruh keterangan, termasuk dari korban nan selamat.
“Sejauh ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 9 orang saksi antara lain pemberi kerja, penjaga rumah, sopir, penyalur, dan saksi-saksi lainnya termasuk juga korban nan selamat,” kata Budi saat dikonfirmasi kumparan, Senin (27/4).
Selain pemeriksaan saksi, polisi juga telah mengamankan rekaman CCTV dari letak kejadian sebagai bagian dari perangkat bukti, visum terhadap korban serta autopsi bagi korban nan meninggal dunia.
Budi menegaskan, interogator tetap terus mendalami dugaan tindak pidana dalam kasus ini.
Pasal nan diselidiki meliputi dugaan penyekapan, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), serta pemanfaatan terhadap anak.
“Penyidik tetap mendalami dugaan tindak pidana nan ada, dengan pasal nan diterapkan antara lain penyekapan, TPPO, dan pemanfaatan terhadap anak,” ujar Budi.
Sementara itu, mengenai info adanya pihak nan telah diamankan, polisi menyebut perihal tersebut tetap dalam proses pendalaman.
Hasil perkembangan penyidikan, kata Budi, bakal disampaikan secara resmi setelah proses pemeriksaan lebih lanjut rampung.
“Saat ini tetap dalam proses pendalaman dan bakal kami sampaikan lebih lanjut secara resmi sesuai perkembangan penyidikan,” tutupnya.
Kedua PRT tersebut diketahui baru bekerja di kos tersebut. R (30) baru bekerja selama seminggu, sementara D (18) baru bekerja selama 3 bulan.
Berdasarkan keterangan penduduk sekitar, ketika R dan D ditemui tergeletak usai melompat, ditemui sejumlah tas di sekitarnya. Di dalamnya didapati sejumlah pakaian, tapi tidak ditemukan ponsel maupun kartu identitas mereka.
“Bawa tas, pakaian, sepatu. Gak bawa sepatu. Gak tau dia gak pake sepatu alias apa, tapi sepatu di dalam tas,” ujar seorang saksi saat ditemui kumparan, Jumat (24/4).
Adapun rumah kos tempat mereka bekerja merupakan gedung empat lantai. Lantai atas diperuntukkan majikan dan PRT. Dari lantai empat inilah, kedua PRT melompat.
Dari kejadian tersebut, R sekarang sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan secara mendalam. Kemudian D meninggal bumi di rumah sakit tak lama dari peristiwa ini terjadi.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·