Polisi Periksa Green SM Besok, Usut Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Metro Jaya meningkatkan status kasus kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur dari penyelidikan menjadi penyidikan. Polisi berencana memeriksa sejumlah pihak, termasuk perusahaan taksi Green SM.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pemeriksaan lanjutan dijadwalkan dilakukan pada awal pekan depan untuk melengkapi proses penyidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selanjutnya, pada Senin mendatang, interogator juga bakal meminta keterangan dari Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, pihak Taksi Green, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian," ujar Budi kepada wartawan, Minggu (3/5) melansir Detik.

Ia menjelaskan pemeriksaan tersebut bermaksud untuk mendapatkan gambaran utuh dan objektif mengenai rangkaian peristiwa kecelakaan.

"Guna melengkapi rangkaian investigasi dan memperoleh gambaran peristiwa secara utuh dan objektif," tuturnya.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa 31 saksi nan terdiri dari pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang pintu, saksi di lokasi, korban, hingga petugas operasional PT KAI.

"Hingga saat ini, interogator telah meminta keterangan terhadap 31 orang. nan terdiri atas pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang, saksi di sekitar lokasi, korban, petugas operasional PT KAI, serta pihak-pihak lain nan mengetahui langsung peristiwa tersebut," jelasnya.

Budi menambahkan, interogator juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan peralatan bukti, mendalami rekaman CCTV, berkoordinasi dengan rumah sakit mengenai korban, serta melakukan permintaan visum.

Kasus ini sekarang ditangani Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Senin (27/4) malam dan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Insiden ini menyebabkan 16 orang meninggal bumi dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa bermulai saat sebuah taksi listrik Green SM diduga mengalami korsleting dan berakhir di tengah rel dekat stasiun. Taksi tersebut kemudian tertemper KRL nan melaju dari arah Cikarang menuju Jakarta hingga menyebabkan rangkaian kereta terhenti di jalur.

Tak lama berselang, KRL lain nan berakhir di Stasiun Bekasi Timur akibat kejadian tersebut tertabrak KA Argo Bromo Anggrek nan datang dari arah Jakarta, sehingga memicu kecelakaan beruntun.

Perusahaan taksi Green SM Indonesia sudah buka bunyi soal satu unit kendaraannya nan terlibat dalam kejadian kecelakaan kereta di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4).

Dalam pernyataannya di IG @id.greensm, perusahaan taksi listrik tersebut menyatakan meletakkan perhatian penuh pada kejadian di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur, nan melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta nan melintas.

"Kami telah menyampaikan info nan relevan kepada pihak berwenang, serta mendukung penuh proses investigasi nan sedang berlangsung," demikian pernyataan resmi Green SM Indonesia.

Green SM Indonesia pun menyatakan bakal berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan dan meningkatkan jasa secara berkelanjutan.

"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan nan tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan jasa secara berkelanjutan," demikian pernyataan itu.

(lau/dmi)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional