Polisi Periksa 9 Teman Sekolah Siswa di Pemalang yang Diduga Tewas Dibully

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi perundungan alias bullying. Foto: Rawpixel.com/Shutterstock

Polisi tetap mendalami kasus tewasnya AAF (13), pelajar SMP di Kabupaten Pemalang nan diduga meninggal bumi akibat dirundung alias bullying. Hingga saat ini belum ada nan ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Reskrim AKP M. Faizal Wildan Umar mengatakan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk teman-teman korban di sekolah. Namun seluruhnya tetap berstatus sebagai saksi.

"Teman sekolah nan diperiksa kemarin 9 orang. Hari ini bakal dilakukan pemeriksaan lagi. Masih saksi semua," ujar Wildan, Rabu (5/8).

Terkait penyebab kematian korban, Wildan mengaku tetap menunggu hasil autopsi dari Biddokes Polda Jateng. Sehingga dia belum berani menyimpulkan.

"Untuk hasil autopsi kami tetap menunggu. Masih pendalaman," jelas dia.

Meski begitu, dia menegaskan jika ada unsur pidana dalam kasus kematian AFF maka bakal diproses sesuai undang-undang. Apalagi jika menyangkut anak di bawah umur.

"Kalau seandainya ada (penganiayaan) tetap dengan sistem peradilan anak sesuai dengan SOP dan aturan," kata Wildan.

Sebelumnya, seorang pelajar SMP berinisial AAF (13), penduduk Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang meninggal bumi akibat dirundung alias bullying.

AFF meninggal bumi pada Minggu (2/8) malam setelah sempat dirawat di RS Mardhatillah Randudongkal selama 1 hari namun sayang nyawanya tak tertolong.

Pihak family lantas melaporkan kasus ke polisi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan