Jakarta, CNN Indonesia --
Komisi IX DPR mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) turun tangan dalam kasus komentar nirempati seorang master terhadap pasien BPJS Kesehatan yang mengeluhkan jasa rumah sakit hingga menunggu delapan jam.
Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini mendesak Kemenkes memberikan hukuman alias teguran kepada oknum master nan dimaksud.
"Kemenkes kudu memberikan teguran keras kepada tenaga kesehatan dan tenaga medis nan tidak berempati kepada pasien apalagi terhadap pasien BPJS Kesehatan," kata Yahya saat dihubungi, Rabu (5/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politikus Partai Golkar itu menyampaikan duka cita terhadap pasien dengan akun threads @yurizaltrich nan belakangan dikabarkan meninggal bumi usai curhat soal jasa rumah sakit tempat dia berobat.
Menurut Yahya, kasus @yurizaltrich menunjukkan buruknya jasa rumah sakit, apalagi terhadap pasien BPJS. Faktanya, kata dia, pasien BPJS kerap dinomorduakan oleh pihak rumah sakit.
"Banyak rumah sakit nan kurang memberikan pethatian terhadap pasien BPJS Kesehatan. Saya banyak mendapatkan pengaduan masyarakat soal tersebut," katanya.
Yahya mendesak Kemenkes melakukan investigasi rumah sakit tempat @yurizaltrich berobat. Menurut dia, tenaga medis alias tenaga kesehatan adalah pekerjaan nan terhormat sehingga mereka sepatutnya juga bisa memberikan pelayanan dengan terhormat.
"Kemenkes kudu melakukan investigasi secara terbuka rumah sakit mana nan tidak memberikan pelayan dengan baik tersebut. Sehingga mengakibatkan pasien meninggal lantaran tidak mendapatkan pelayanan nan baik," katanya.
Anggota Komisi IX DPR Irman Suryani mengutuk oknum master nan diduga mencibir @yurizaltrich sebelum meninggal dunia. Dia mendesak RS tempat master bekerja kudu menjatuhkan hukuman tegas.
"Saya minta RS nya memberi kan hukuman dan tentu bakal saya sampaikan juga pada Kemenkes. Biar Kemenkes nan ambil alih soal tindak lanjutnya," kata dia.
Peristiwa ini bermulai dari curhatan seorang pasien melalui akun Threads miliknya, @yurizaltrich pada 22 Juli 2026.
Dalam unggahan itu, pasien mengaku telah menunggu 8 jam dan tak kunjung mendapatkan ruangan untuk mendapatkan perawatan. Ia enggan mengungkap nama rumah sakit tempat dia berobat lantaran mendaftar lewat BPJS Kesehatan.
Hanya saja, unggahan pasien malah mendapat banyak komentar negatif. Tak sedikit nan merespons sinis alias dengan nada menghakimi juga merendahkan.
Dari sejumlah info dan temuan warganet, komentar-komentar nirempati pada unggahan @yurizaltrich beberapa di antaranya dilayangkan oleh akun milik tenaga kesehatan alias dokter.
Salah satu akun itu adalah @erudarahaadini, milik Elda Putri Rahardini nan disebut-sebut sebagai salah seorang master di RSUP Dr Sardjito. Dia pun meminta maaf dan mengakui komentarnya tidak pantas.
Hingga pada Sabtu (1/8), pasien dikabarkan meninggal. Unggahan @yurizaltrich pun langsung jadi sorotan.
(thr/fra)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·