Lulusan SD Masih Dominasi Angkatan Kerja RI, Total 52,4 Juta Jiwa

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pekerja melintasi pedestrian saat jam pulang kerja di area Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (10/10/2025). Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lulusan sekolah dasar (SD) tetap menjadi golongan terbesar dalam struktur tenaga kerja Indonesia hingga Mei 2026.

Di sisi lain, proporsi pekerja dengan pendidikan menengah hingga perguruan tinggi mulai menunjukkan peningkatan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, mengatakan dari total 148,19 juta masyarakat nan bekerja pada Mei 2026, sebanyak 35,40 persen alias sekitar 52,46 juta orang merupakan lulusan SD ke bawah. Sementara pekerja dengan pendidikan diploma hingga perguruan tinggi porsinya relatif kecil.

“35,40 persen masyarakat nan bekerja mempunyai pendidikan SD ke bawah dan tetap mendominasi struktur masyarakat bekerja di Indonesia. Jika dibandingkan Februari 2026, proporsi pekerja berilmu SMA, SMK, dan diploma ke atas mengalami peningkatan,” ujar Edy dalam konvensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (5/8).

Ilustrasi Buruh Pabrik. Foto: Algi Febri Sugita/Shutterstock

BPS juga melaporkan jumlah masyarakat nan bekerja mencapai 148,19 juta orang pada Mei 2026, bertambah 522 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 37,09 persen berstatus sebagai buruh, karyawan, alias pegawai.

Sementara itu, jumlah masyarakat nan bekerja dengan status berupaya sendiri mengalami peningkatan paling besar dibandingkan status pekerjaan lainnya. Kenaikan tersebut terutama berasal dari sektor perdagangan, pertanian, serta penyediaan akomodasi dan makan minum.

“Penduduk nan berupaya sendiri di lapangan upaya terutama di lapangan upaya alias perdagangan besar dan satuan sebanyak 1,04 juta orang. Kemudian juga di pertanian nan bertambah sekitar 482 ribu orang, serta penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum sebanyak 375 ribu orang," jelas Edy.

Pedagang ayam pangkas melayani pembeli di Pasar Badung, Kota Denpasar, Bali, Kamis (5/2/2026). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO

Di sisi lain, BPS mencatat proporsi pekerja informal pada Mei 2026 turun tipis menjadi 59,30 persen dari total masyarakat nan bekerja. Persentase pekerja penuh alias penduduk nan bekerja minimal 35 jam per minggu juga meningkat menjadi 66,80 persen alias sekitar 98,98 juta orang.

Perbaikan kondisi pasar tenaga kerja turut tecermin dari tingkat pengangguran terbuka (TPT) nan turun menjadi 4,65 persen pada Mei 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Februari 2026 nan sebesar 4,68 persen, sekaligus menjadi tingkat pengangguran terendah sejak 1994, menurut info Sakernas BPS.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan