Polisi: Kelompok Perusuh Muncul Setelah Aksi Depan Gedung DPR Berakhir

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Polda Metro Jaya mengamankan sejumlah orang mengenai tindakan penyampaian pendapat di depan gedung MPR/DPR. Polisi mengatakan golongan perusuh datang setelah demonstrasi bubar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan golongan ini datang ke depan gedung MPR/DPR untuk mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kelompok perusuh ini, lanjutnya, juga melemparkan sejumlah peralatan ke petugas keamanan.

"Setelah rangkaian penyampaian aspirasi berhujung dan sebagian besar massa meninggalkan lokasi, muncul sekelompok perusuh nan mengganggu situasi kamtibmas nan mencoba melakukan perusakan, aksi-aksi vandalisme, serta melakukan pelemparan kepada petugas," kata Budi dalam konvensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan petugas dapat menangani golongan perusuh ini. Petugas menindak pihak nan melakukan perusakan.

"Kemudian petugas melakukan beberapa tindakan kepolisian untuk menghentikan kegiatan-kegiatan vandalisme, perusakan, sehingga dapat memitigasi, tidak meluasnya gangguan dan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi," ujarnya.

Ratusan orang diamankan ke Polda Metro Jaya. Saat ini mereka tetap diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Metro Jaya.

"Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak 322 orang diamankan untuk menjalani pemeriksaan, 162 orang dewasa berumur 18-40 tahun nan ditangani Ditreskrimum PMJ, 160 anak berumur 12-19 tahun nan ditangani Direktorat PPA-PPO PMJ," ujarnya.

"Hingga saat ini, seluruhnya tetap menjalani proses pemeriksaan dan belum ada nan dipulangkan," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya menjelaskan mengenai tindakan perusakan dan pembakaran nan terjadi di sekitar area Senayan, Jakarta malam tadi. Polisi menyebut bahwa tindakan kekerasan tersebut merupakan ulah golongan perusuh alias pengganggu kamtibmas.

Kombes Budi menjelaskan situasi di letak sempat mengalami peningkatan eskalasi pada Kamis (27/8) sore menjelang malam hari. Dia mengatakan sebagian massa nan datang bukan lagi nan menyampaikan aspirasi, melainkan melakukan kericuhan dengan mencoba membakar dan mendorong pagar utama gedung DPR/MPR RI.

"Itu adalah ulah golongan perusuh alias pengganggu kamtibmas," ujar Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan, Jumat (28/8).

Budi Hermanto mengatakan tindakan penyampaian aspirasi dari AMPB Pati selesai pada sore hari dan telah membubarkan diri setelah mereka berjumpa dengan perwakilan DPR. Namun, sekelompok massa datang melakukan tindakan perusakan dan pembakaran di beberapa titik.

(rdh/jbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News