Polisi Ingatkan Warga Jangan Main Hakim Sendiri: Semua Ada Konsekuensi Pidana

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Bhudi Hermanto (kanan) berbareng Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna (kiri) memberikan keterangan pada konvensi pers di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (17/7/2026). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO

Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main pengadil sendiri saat menghadapi suatu persoalan.

Imbauan itu disampaikan menyusul kericuhan nan terjadi di area Menteng, Jakarta Pusat, nan berujung pada tindakan perusakan, pengeroyokan hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, seluruh rangkaian peristiwa tersebut sekarang telah ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya secara profesional.

Karena itu, masyarakat diminta menyerahkan sepenuhnya proses norma kepada kepolisian dan tidak menyelesaikan persoalan dengan tindakan sendiri.

“Penanganan perkara ini sudah disepakati oleh kedua belah pihak, penduduk masyarakat setempat dan golongan pendatang, ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya," kata Budi kepada wartawan di area Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7).

Motor nan dibakar imbas berantem di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Polda Metro Jaya berkomitmen menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, dan akuntabel sehingga masyarakat tak perlu mengambil tindakan di luar hukum.

“Mari kita mendukung bersama-sama bahwa penanganan perkara ini bakal secara profesional, transparan, dan akuntabel,” tambah Budi.

Lebih lanjut menanggapi beredarnya info mengenai dugaan penyerangan terhadap salah satu gerai makanan di sekitar lokasi, Budi menegaskan info tersebut tetap didalami penyidik.

“Ini tetap kita dalami,” lanjut Budi.

Ia menambahkan, masyarakat perlu menjaga kondusivitas menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan tidak membiarkan peristiwa tersebut memicu bentrok nan lebih luas.

“Kita kudu sama-sama bijak dalam menyampaikan info di tengah-tengah masyarakat. Jangan sampai ini menjadi pecah belah terhadap situasi terkini. Kita bakal merayakan Hari Kemerdekaan RI, ini juga jangan ternodai dengan hal-hal nan negatif," kata Budi.

Pasukan TNI-Polri berjaga di letak bentrok dua golongan di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Bentrokan maut antar dua golongan itu terjadi di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7). Kericuhan ini diduga berasal dari dua orang nan menggeber sepeda motor di dekat gerobak nasi uduk hingga berujung pada perusakan dan dugaan pemukulan terhadap warga.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Elisa Partomuan Hutagalung mengatakan, berasas penyelidikan sementara ada dua orang nan melintas lampau menggeber motornya hingga menimbulkan kebisingan. Saat ditegur, keduanya tidak terima lampau kembali berbareng lima orang lainnya.

“Saat ini motif nan kami terima bahwasanya ada dua orang nan menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan kita tahu berbareng ialah nasi uduk nan gerobaknya terdampak dirusak, itu lantaran menggeber-geber motornya. Sehingga knalpot tersebut membikin kebisingan, ditegur tidak terima, dan dua orang itu membujuk teman-teman lainnya sejumlah lima orang kembali ke letak nan melakukan keributan apalagi merusak di beberapa UMIM nan ada, apalagi ada penduduk nan terpukul,” ucap Reynold kepada wartawan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan