Pelindo Regional 4 Gandeng Multipihak Perkuat Budaya Antisuap di Pelabuhan

Sedang Trending 40 menit yang lalu

, MAKASSAR, – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memperkuat komitmen budaya antisuap dengan menggandeng beragam pihak. Langkah ini dilakukan untuk membangun tata kelola kepelabuhanan nan bersih dan berintegritas melalui sosialisasi anti penyuapan dan anti fraud di Makassar, Rabu.

Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, menyatakan bahwa aktivitas ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam mencegah praktik penyuapan dan fraud di sektor kepelabuhanan. Sosialisasi nan mengusung tema “Membangun Budaya Integritas untuk Mewujudkan Pelayanan Kepelabuhanan nan Bersih, Transparan, dan Bebas dari Penyuapan serta Fraud” ini digelar di Lantai 7 Gedung Kantor Pelindo Regional 4.

Acara tersebut menghadirkan seluruh stakeholder dan pengguna jasa Pelabuhan Makassar. Menurut Rinto, keberhasilan penerapan tata kelola perusahaan nan baik tidak hanya berjuntai pada komitmen internal, tetapi juga memerlukan support dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem pelayanan kepelabuhanan.

Komitmen Bersama Cegah Korupsi

Rinto menjelaskan bahwa pelabuhan merupakan simpul krusial dalam rantai logistik nasional nan melibatkan banyak pihak. Oleh lantaran itu, membangun budaya integritas kudu menjadi komitmen bersama. “Melalui sosialisasi ini kami mau memperkuat kesamaan pemahaman bahwa pelayanan nan ahli hanya dapat terwujud andaikan seluruh proses upaya dijalankan secara bersih, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik penyuapan maupun fraud,” ujarnya.

Pelindo Regional 4 secara konsisten menerapkan beragam kebijakan penguatan tata kelola. Kebijakan tersebut meliputi pengendalian gratifikasi, sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing system), serta peningkatan kesadaran seluruh insan perusahaan terhadap nilai-nilai integritas. Komitmen ini juga diperluas kepada seluruh mitra kerja dan pengguna jasa agar budaya antikorupsi betul-betul menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan pelabuhan.

“Dengan demikian, kepercayaan masyarakat dan bumi upaya terhadap jasa kepelabuhanan bakal semakin meningkat,” tambah Rinto.

Pencegahan Dimulai dari Individu

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Andi Muhammad Aswin Anas, S.H., M.H., Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas). Dalam paparannya, dia menyampaikan materi mengenai pencegahan tindak pidana penyuapan, potensi fraud dalam aktivitas bisnis, serta pentingnya membangun budaya integritas sebagai fondasi tata kelola organisasi nan baik.

Aswin Anas menegaskan bahwa pencegahan penyuapan dan fraud kudu dimulai dari komitmen individu. Komitmen tersebut kemudian diperkuat oleh sistem organisasi nan transparan dan akuntabel agar tercipta lingkungan upaya nan sehat.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional