Polisi Evakuasi Mayat Pria yang Hanyut di Sungai Konteng, Yogyakarta

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Penemuan Mayat di Sungai Konteng, Ds. Pereng Kembang RT. 06 / 21 Balecatur Gamping Sleman DIY. Foto: Dok. Polresta Sleman

Polisi mengevakuasi sesosok mayit laki-laki nan sempat hanyut di Sungai Progo. Mayat tersebut ditemukan warga, saat jasadnya melintasi aliran Sungai Konteng, Desa Pereng Kembang, Balecatur, Kepanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (11/4).

Sungai Konteng sendiri merupakan sungai nan berhulu di Sungai Progo.

Mayat itu ditemukan oleh penduduk nan sedang kerja hormat membersihkan sungai nan tertutup ranting pohon bambu.

"Dalam kerja hormat tersebut juga menggunakan perangkat berat Excavator untuk mengeruk beragam macam sampah nan menutup aliran sungai. Saat dilakukan pengerukan menggunakan perangkat berat tersebut, penduduk dan pengemudi perangkat berat berat memandang ada tangan manusia di antara tumpukan sampah. Setelah itu penduduk berupaya mendekat untuk memastikan dan rupanya memang betul mayit manusia," kata Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, lewat keterangannya, Sabtu (11/4).

Penemuan Mayat di Sungai Konteng, Ds. Pereng Kembang RT. 06 / 21 Balecatur Gamping Sleman DIY. Foto: Dok. Polresta Sleman

Merespons laporan itu, Personel Polsek Gamping berbareng Tim Inafis Polres Sleman, Petugas Puskesmas Gamping segera mengevakuasi mayat.

"Tim Medis Puskesmas Gamping menemukan pada diri Korban ditemukan karakter ciri unik ada jejak luka penyakit pada bagian atas mata kaki kanan dan menyimpulkan Korban meninggal lebih dari 8 jam nan lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan mayit korban dibawa ke RSU PKU Muhammadiyah Gamping," kata Argo.

Saat pemeriksaan di lokasi, ada 3 orang nan datang dan meyakini bahwa mayit itu adalah orang tua mereka. Mereka mengenalinya, karena ada ciri-ciri busana nan dikenakan, corak kaki, serta ada luka penyakit kulit di bagian atas mata kaki kanan.

Penemuan Mayat di Sungai Konteng, Ds. Pereng Kembang RT. 06 / 21 Balecatur Gamping Sleman DIY. Foto: Dok. Polresta Sleman

"Menurut keluarga, korban sudah mengalami Pikun dan sudah seringkali hilang/pergi dari rumah dan tidak bisa kembali pulang. Korban terakhir meninggalkan rumah tidak terlihat di rumah pada hari Jumat, 10 April 2026, sekitar pukul 04.00 WIB," ucap Argo.

Keluarga rupanya juga sudah datang ke Polsek Godean untuk mealaporkan kehilangan personil keluarganya. Setelah ditemukan mayat, Polsek Godean segera menunjukkan pihak keluarga.

"Pihak family sudah menerima kejadian tersebut serta bakal menerima keadaan korban apa adanya dan tidak bakal menuntut secara hukum," kata Argo.

"Korban berinisial NR. Laki laki, (70) penduduk Sidoarum Godean Sleman," tutup Argo.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan