Polisi Cocokkan DNA Jasad Pria di Pulau Enggano dengan Jurnalis Hilang

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Daerah Bengkulu melakukan autopsi dan pengambilan sampel DNA terhadap jenazah tanpa identitas nan ditemukan di pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, untuk mengetahui identitas dan penyebab kematiannya.

"Kami sampaikan pada hari ini sedang dilakukan autopsi dari jenazah nan ditemukan tanpa identitas di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Sementara ini untuk jenazah tengah dilakukan autopsi oleh Biddokkes Polda Bengkulu," kata Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto di Kota Bengkulu, Senin.

Polda Bengkulu juga berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah Lampung mengenai kemungkinan keterkaitan antara penemuan jenazah tersebut dan rombongan lima wartawan beserta tiga kru nan tetap dalam pencarian setelah lenyap kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Imam menegaskan hingga sekarang belum dapat dipastikan apakah jenazah nan ditemukan tersebut merupakan salah seorang dari rombongan nan hilang.

"Kami belum bisa memastikan (apakah jenazah tersebut merupakan wartawan nan hilang), tapi Dirkrimsus dan Kabid Dokes Polda Bengkulu sudah berkoordinasi dengan Polda Lampung untuk meminta ciri-ciri alias sampel nan ada dari sana," katanya.

Menurut Imam, berasas pemeriksaan sementara, jenazah tersebut bukan penduduk setempat di Pulau Enggano.

Proses autopsi dan pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk mengungkap identitas serta penyebab kematian jenazah tersebut.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu Muslikun Sodik mengatakan jenazah diterbangkan dari Pulau Enggano menuju Kota Bengkulu menggunakan pesawat Susi Air, Senin.

Pesawat lepas landas dari Bandara Enggano menuju Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu pada pukul 07.58 WIB dengan didampingi dua petugas kepolisian.

Jenazah selanjutnya dibawa untuk menjalani pemeriksaan guna memastikan identitas dan penyebab kematiannya.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea sementara itu mengatakan jenazah tersebut saat ini tengah dicocokkan dengan DNA rombongan lima wartawan nan lenyap kontak di sekitar Anak Krakatau. Proses pencocokan tetap berlangsung.

"Kita menunggu pencocokan DNA nan sudah diambil dari family teman-teman nan lenyap kontak. Kita bakal melakukan pencocokan, kami minta waktu untuk bisa menjelaskan setelah keluar tes DNA dari Polda Bengkulu," kata Maruli dikutip detikcom di Pandeglang, Senin (14/9).

Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu menerima laporan penemuan jenazah tanpa identitas di area pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Sabtu (12/9).

Sementara itu, lima wartawan berbareng tiga kru tetap dalam pencarian setelah kapal sigap nan mereka tumpangi lenyap kontak saat melakukan perjalanan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Rombongan tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (7/9), sekitar pukul 14.00 WIB. Komunikasi dengan rombongan kemudian terputus dan operasi pencarian dilakukan tim SAR gabungan.

(antara/gil)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional