Pencarian Hari Kedelapan Jurnalis Hilang di Selat Sunda: Sisir Darat dan Laut

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Liputan6.com, Pandeglang - Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian lima wartawan dan tiga orang lainnya nan hingga sekarang belum ditemukan. Hari ini, Selasa (15/9/2026), pencarian memasuki hari kedelapan sekaligus hari pertama setelah operasi SAR diperpanjang selama tiga hari.

Proses pencarian diawali dengan apel dan angan pagi sekitar pukul 07.05 WIB, nan dipimpin oleh Kasi Ops Basarnas Banten Rizky Dwianto. Dia menegaskan, upaya pencarian tetap bakal dimaksimal di beragam wilayah, termasuk melakukan penyisiran darat.

"Yang untuk penyisiran darat, minta tolong kelak rekan-rekan nan tidak terlibat di alut laut bisa melaksanakan penyisiran darat dari Carita sampai dengan perairan anyer," kata Rizky dalam sambutannya, Selasa (15/9/2026).

Sementara itu, bagi personel nan tidak berangkat melakukan pencarian, Rizky meminta mereka tetap bersiaga dan membantu menjaga ketertiban di posko.

Dalam doanya, Rizky memohon agar seluruh personel diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalankan operasi pencarian hingga para korban nan dicari dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

"Semoga Tuhan senantiasa memberikan kesehatan untuk kita semua. Kemudian memberikan keselamatan dan kemudahan untuk seluruh tim SAR campuran dalam melaksanakan pencarian sehingga untuk kapal ataupun penumpang nan kita kita cari selama ini bisa ditemukan dalam kondisi selamat," ungkapnya.

Setelah apel dan angan pagi selesai, personel langsung melakukan penyisiran menggunakan Kapal RIB 02 (Rigid Inflatable Boat) milik Basarnas dari Dermaga Marina Carita. Satu unit kapal tersebut berangkat sekitar pukul 07.15 WIB. Para personel tampak mengenakan perlengkapan keselamatan lengkap, mulai dari life jacket hingga helm.

Pencarian Diperpanjang Tiga Hari

Sebelumnya, operasi pencarian lima wartawan dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 nan lenyap kontak di Selat Sunda diperpanjang selama tiga hari.Tim SAR campuran bakal melanjutkan pencarian hingga Kamis, 17 September 2026.

"Dan hasil rapat koordinasi tadi nan disampaikan Pak Gubernur, kita bakal lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan," ujar Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, Senin, (14/09/2026).

Pencarian selama tiga hari ke depan tetap bakal menggunakan kekuatan nan sama, baik personel maupun peralatan. Namun, pengerahan sejumlah peralatan bakal disesuaikan dengan kondisi cuaca di sekitar letak pencarian.

Salah satunya penggunaan helikopter untuk pemantauan dari udara. Pengerahan helikopter kudu mempertimbangkan kondisi angin serta keberadaan debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.

"Tetap kita menggunakan metode menggunakan kapal ya, termasuk juga pemantauan melalui udara. Semua itu tergantung kelak kondisi cuaca seperti apa," jelasnya.

Al Amrad berambisi perpanjangan operasi SAR dapat meningkatkan kesempatan ditemukannya lima wartawan dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 nan hingga sekarang tetap belum diketahui keberadaannya.

"Jadi kita sudah tadi menyampaikan dari hari pertama sampai dengan hari ketujuh, itu kita pertimbangan kembali apa nan menjadi tantangan-tantangan kita dan objek nan mana nan belum kita lalui," terangnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita