Polda Metro Akan Panggil Akun yang Repost Info Hoaks Begal

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam bertemu pers mengenai pembaruan penanganan pencurian dengan kekerasan (curas) di Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Rabu (20/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Polda Metro Jaya berencana memanggil sejumlah akun media sosial nan ikut menyebarkan alias repost info hoaks mengenai dugaan pembegalan terhadap seorang model wanita di area Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meluruskan disinformasi nan tetap beredar meski kasus tersebut telah diklarifikasi.

“Kami juga kemungkinan bakal memanggil beberapa akun-akun nan me-repost, terus tetap menyampaikan tentang kejadian itu sudah dirilis tetap membikin disinformasi,” kata Budi dalam bertemu pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat (22/5).

Menurut dia, pemanggilan itu bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat di media sosial, melainkan sebagai corak edukasi agar tidak memperluas penyebaran info nan tidak benar.

“Terhadap disinformasi ini kita kudu meluruskan, tapi tujuannya adalah untuk mengedukasi,” ujarnya.

Budi menegaskan Polda Metro Jaya tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan info melalui media sosial. Sebab selama ini unggahan penduduk juga banyak membantu proses pengungkapan kasus.

“Polda Metro Jaya tidak bakal pernah membatasi teman-teman penggiat di media sosial untuk berkomunikasi,” ucapnya.

Ia menjelaskan, info dari masyarakat di media sosial kerap menjadi petunjuk awal bagi kepolisian untuk menelusuri tempat kejadian perkara (TKP), waktu kejadian, hingga identitas korban.

“Kami juga mendapat feedback positif dari info unggahan masyarakat di media sosial. Itu memberi info kepada kepolisian untuk mendalami TKP, waktu kejadian, dan siapa korbannya,” kata Budi.

Meski demikian, dia mengingatkan agar ruang digital tidak dipenuhi info nan belum terverifikasi.

Budi juga mengapresiasi sejumlah akun nan telah menurunkan konten mengenai berita pembegalan tersebut setelah dilakukan klarifikasi.

“Sudah banyak juga beberapa akun nan sudah take down, menurunkan kontennya. Kami mengapresiasi lantaran jangan beri ruang disinformasi bagi kita,” tuturnya.

Sebelumnya, beredar unggahan di media sosial nan menyebut seorang model wanita berinisial AWS menjadi korban pemalak sepulang photoshoot di area Kebon Jeruk.

Namun, hasil pendalaman Polda Metro Jaya menyatakan peristiwa pembegalan itu tidak terjadi dan unggahan tersebut dibuat lantaran nan berkepentingan mengaku terbawa rumor pemalak nan sedang viral.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan