Kasatnarkoba Polres Kutai Kartanegara (Kukar) AKP Yohanes Bonar Adiguna namalain YBA ditangkap Ditresnarkoba Polda Kaltim mengenai kasus etomidate. Dalam kasus ini interogator menyita 70 balut etomidate nan merupakan narkotika golongan II.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, mengatakan diduga cairan itu tidak hanya untuk dipakai sendiri.
“Sampai saat ini dia mengaku menggunakan sendiri. Namun kami tidak percaya begitu saja lantaran ada fakta-fakta lain nan kami temukan,” ujar Romylus saat konvensi pers di Samarinda, Minggu (17/5/2026).
Menurut dia, interogator menemukan sedikitnya lima kali pengiriman etomidate dengan jumlah nan terus bertambah. Rinciannya masing-masing 10 bungkus, 10 bungkus, 10 bungkus, 20 bungkus, hingga terakhir 50 bungkus.
“Totalnya sekitar 100 bungkus. Kalau untuk dipakai sendiri, rasanya tidak mungkin,” katanya.
Selain jumlah barang, polisi juga menyoroti jarak waktu pengiriman nan sangat berdekatan. Paket disebut dikirim dalam rentang waktu singkat pada tanggal berbeda.
“Jarak pengirimannya dekat sekali, ada tanggal 18, 27, lampau 30. Ini tetap kami dalami,” ujarnya.
Kasus Terungkap
Kasus ini bermulai dari info Bea Cukai mengenai paket mencurigakan nan dikirim melalui jasa ekspedisi TIKI menuju Tenggarong dan Balikpapan. Polisi kemudian melakukan control delivery dan pengawasan terhadap penerima paket.
Pada 30 April 2026, petugas mengamankan seorang laki-laki berinisial AB saat mengambil paket di instansi TIKI Tenggarong. Dari dalam paket ditemukan 20 balut etomidate.
AB adalah personil polisi nan diperintahkan langsung oleh Yohanes untuk mengambil paket tersebut.
Pengembangan kemudian mengarah pada paket lain di Balikpapan nan berisi 50 balut etomidate dengan pola pengiriman serupa. Total peralatan bukti nan diamankan mencapai 70 bungkus.
“Nama pengirim dan penerima sama. Pengiriman berasal dari Medan,” kata Romylus.
Setelah berkoordinasi dengan Bidang Propam Polda Kaltim, interogator kemudian mengamankan AKP Yohanes pada 1 Mei 2026 awal hari. Dari hasil pemeriksaan awal, Yohanes mengaku memesan paket tersebut.
Aliran Dana dan Jaringan Ditelusuri
Kasus ini tidak berhujung sampai sini. Penyidik tetap mendalami adanya jaringan lain dalam peredaran etomidate tersebut.
Penyidik mengaku telah mengantongi info aliran biaya dan nomor rekening nan digunakan dalam transaksi pengiriman barang.
“Kami sudah mendapatkan aliran biaya mengenai pengiriman duit dan sedang dilakukan tracing. Dari situ kami menemukan dugaan ada jaringan lain di Jakarta dan Medan,” jelasnya.
Dalam kasus ini, etomidate nan ditemukan diketahui merupakan narkotika golongan II berasas hasil uji Laboratorium Forensik. Zat tersebut belakangan marak disalahgunakan melalui vape.
“Hasil laboratorium sudah keluar dan dinyatakan positif narkotika golongan II jenis etomidate,” tegas Romylus.
Yohanes saat ini menjalani pemeriksaan intensif di Polda Kaltim. Polisi mendalami adanya pihak lain nan terlibat.
Terancam Dipecat
Kabid Propam Polda Kaltim, Kombes Pol Hariyanto, mengatakan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap Yohanes. Atas perbuatannya Yohanes terancam dipecat dari Polri.
“Dan kami sudah melakukan langkah-langkah awal dengan melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku, termasuk saksi-saksinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Propam juga tengah melengkapi berkas pemeriksaan sebelum nantinya menjatuhkan hukuman terhadap nan bersangkutan.
“Akan diberikan hukuman terhadap pelanggarannya sebagai personil Polri. Ancaman terberatnya ialah PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat),” imbuhnya.
Menurutnya, keputusan mengenai hukuman bakal ditentukan berasas fakta-fakta nan terungkap dalam sidang kode etik profesi.
“Sanksi terberatnya itu PTDH. Tentu kelak bakal dilihat fakta-faktanya dan pembuktian dari saksi-saksi lain mengenai YBA,” pungkasnya.
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·