PM Pakistan Sebut Pejabat AS dan Iran Akan Hadiri Perundingan Damai

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif memperhatikan jalannya konvensi upaya dan investasi, selama kunjungan resminya di Kuala Lumpur, Malaysia, 6 Oktober 2025. Foto: Hasnoor Hussain/REUTERS

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan pemimpin Iran dan Amerika Serikat bakal menghadiri perundingan tenteram di negaranya.

"Sebagai tanggapan atas undangan tulus saya, para pemimpin kedua negara bakal datang ke Islamabad. Di sana, negosiasi bakal diadakan untuk mewujudkan perdamaian," kata Sharif dalam pidatonya Jumat (10/4) dikutip dari AFP.

Wakil Presiden AS, JD Vance, sedang dalam perjalanan ke Pakistan. Sementara, muncul tanda tanya mengenai delegasi Iran setelah Teheran menetapkan syarat untuk dimulainya negosiasi.

Iran mensyaratkan gencatan senjata selama dua minggu nan bertindak kudu diterapkan juga di Lebanon, di mana Israel tetap melakukan serangan peledak terhadap Hizbullah.

Iran juga menyerukan agar aset-asetnya nan dibekukan di luar negeri lantaran hukuman AS dicabut blokirnya.

Terlepas dari perihal itu, Sharif menyampaikan terima kasih kepada kedua belah pihak lantaran setuju untuk bertemu.

"Gencatan senjata sementara telah diumumkan, tetapi sekarang tahap nan lebih susah menanti: tahap mencapai gencatan senjata nan langgeng, menyelesaikan masalah-masalah rumit melalui negosiasi," katanya dalam pidato nan disiarkan televisi.

"Ini adalah tahap yang, dalam bahasa Inggris, disebut setara dengan 'make or break'," kata dia.

Ia mengatakan pemerintahnya bakal melakukan segala upaya untuk membikin pembicaraan ini berhasil.

Dalam perihal domestik, Sharif mengumumkan penurunan nilai solar lebih dari 30 persen, dari 520 menjadi 355 rupee per liter, dan sedikit penurunan nilai bensin.

Pakistan telah meningkatkan nilai lebih dari seminggu nan lampau sebagai respons terhadap lonjakan nilai daya dunia nan disebabkan oleh perang di Iran.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan