PLN EPI Targetkan Pasok 3,65 Juta Ton Biomassa ke 52 PLTU di 2026

Sedang Trending 43 menit yang lalu

 PLN EPI Targetkan Pasok 3,65 Juta Ton Biomassa ke 52 PLTU di 2026

PLN EPI Targetkan Pasok 3,65 Juta Ton Biomassa ke 52 PLTU di 2026 (Foto: PLN)

JAKARTA -  PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan memasok 3,65 juta ton biomassa ke 52 PLTU di seluruh Indonesia pada 2026. Target tersebut meningkat sekitar 50 persen dibandingkan pencapaian pasokan pada 2025 sebesar 2,35 juta ton.

Hingga 26 Agustus 2026, realisasi cofiring telah mencapai sekitar 1,4 juta ton biomassa alias nyaris separuh dari sasaran pasokan tahun berjalan. PLN EPI terus mendorong percepatan realisasi melalui penguatan ekosistem hulu, peningkatan kualitas biomassa, serta sinkronisasi kebutuhan pembangkit dengan kesiapan pasokan.

"Tantangan pemanfaatan biomassa tidak hanya terletak pada kesiapan volume, tetapi juga kualitas, biaya logistik, dan keahlian pembangkit menerima biomassa," kata Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Potensi Biomassa di Indonesia

Dia menjelaskan, penguatan ekosistem biomassa menjadi semakin krusial seiring peningkatan sasaran cofiring. Biomassa selama ini juga mempunyai peran dalam menurunkan emisi dari pembangkit nan telah beroperasi. 

Melalui skema cofiring, biomassa dapat digunakan berbareng batu bara sehingga mengurangi penggunaan bahan bakar fosil pada pembangkit nan sama.

Di sisi lain, Hokkop menekankan pentingnya memastikan kualitas biomassa sesuai kebutuhan pembangkit. 

"PLN EPI perlu memperbaiki kualitas pasokan sekaligus membangun komitmen dengan para mitra agar biomassa nan disediakan betul-betul dapat diterima PLTU," katanya.

Potensi biomassa Indonesia sendiri tetap besar. Hokkop menyebut potensi biomassa nasional mencapai sekitar 80 juta ton per tahun, sementara nan telah termanfaatkan baru sekitar 22 juta ton.

Untuk memperkuat rantai pasok, PLN EPI mengembangkan akomodasi subhub, hub, dan main hub di sejumlah wilayah. Strategi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kuantitas, kualitas, serta keberlanjutan pasokan biomassa.

Sejumlah pengembangan nan dilakukan antara lain akomodasi dewatering di Ciamis, main biomass hub di Lebak, biomass hub di Tasikmalaya, pemasangan jembatan timbang di PLTU Sintang dan Barru, serta digital marketplace biomassa di Cilacap.

Hokkop berambisi penguatan sisi hulu melalui pengembangan sumber biomassa dan prasarana pasokan dapat melangkah beriringan dengan kesiapan PLTU di sisi hilir.

Dengan kerjasama tersebut, pengembangan biomassa diharapkan tidak hanya membantu mengejar sasaran cofiring dan penurunan emisi, tetapi juga membangun rantai ekonomi baru nan melibatkan masyarakat di wilayah penghasil biomassa.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com