Kondisi waduk Air Baku IPA 200 liter per detik Lawe-Lawe terlihat mengering(MI/ERVAN MASBANJAR)
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terpaksa menghentikan secara total pelayanan pengedaran air bersih bagi masyarakat di Kecamatan Penajam sejak Jumat (4/9). Langkah ini diambil menyusul mengeringnya stok air baku pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) akibat tandus panjang.
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid, mengonfirmasi bahwa penghentian sementara ini berakibat pada sambungan rumah pengguna nan dilayani oleh IPA berkapasitas 200 liter per detik di Lawe-Lawe. Wilayah terdampak mencakup area mulai dari Kelurahan Petung hingga Pelabuhan Penajam.
“Betul sementara kita off-kan secara total pelayanan, sembari menunggu perkembangan air baku nan terus kami cari di sekitar rawa-rawa IPA 200 liter per detik Lawe-Lawe,” ujar Abdul Rasyid kepada Media Indonesia, Sabtu (5/9).
Kendala Teknis dan Risiko Infrastruktur
Rasyid menjelaskan bahwa kekeringan ekstrem telah menurunkan debit air baku hingga di bawah periode pemisah syarat pengolahan. Untuk IPA kapabilitas 200 liter per detik, ketinggian air baku idealnya berada pada posisi 130 hingga 150 centimeter.
“Jika dipaksakan, sedimen dan kualitas air baku berpotensi merusak prasarana pengolahan,” tambahnya. Saat ini, tim AMDT berbareng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU tengah berupaya mencari sumber air pengganti dari rawa-rawa di sekitar letak untuk memenuhi kebutuhan baku.
Sebagai langkah darurat, Perumda AMDT hanya mengaktifkan IPA sumur dalam berkapasitas 20 liter per detik. Namun, produksi ini hanya diperuntukkan guna memenuhi persediaan air bersih pada unit reservoar di IPA Utama Lawe-Lawe, bukan untuk pengedaran langsung ke pelanggan.
Skema Bantuan Air Bersih Melalui BPBD
Pemerintah Kabupaten PPU telah menyiapkan langkah mitigasi bagi masyarakat terdampak. Berdasarkan hasil rapat koordinasi nan dipimpin Bupati PPU Mudyat Noor dan Sekda Tohar, kendali penanganan krisis air bersih berada di bawah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Masyarakat nan memerlukan pasokan air bersih dapat menempuh prosedur berikut:
- Mengajukan permohonan support melalui pihak kelurahan alias desa masing-masing.
- Permohonan ditujukan kepada Ketua Satgas Cq. BPBD PPU.
- Pendistribusian bakal dilakukan oleh armada BPBD secara berkelompok ke titik-titik nan telah disepakati, bukan ke rumah masing-masing warga.
Adapun sumber air untuk support tersebut tetap dipasok dari unit AMDT nan tetap aktif, seperti di wilayah Waru, Maridan, dan Sepaku, dengan tetap memperhatikan kualitas air baku nan tersedia.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·