PKS Bidik 1,7 Juta Relawan hingga 2029

Sedang Trending 1 jam yang lalu
PKS Bidik 1,7 Juta Relawan hingga 2029 Ilustrasi(Dok PKS)

BIDANG Relawan dan Saksi Nasional (BRSN) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyelenggarakan Training Orientasi Partai (TOP) PKS Tingkat Nasional 2026 di Aula Kantor DPTP PKS, Jakarta, Sabtu (13/6).

Acara tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, serta Ketua DPP PKS Bidang Saksi dan Relawan Nasional, Bachtiar Firdaus. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah PKS untuk meningkatkan kapabilitas relawan sekaligus memperluas kerjasama dengan beragam komponen masyarakat guna mendukung pelayanan dan perjuangan partai di tengah kehidupan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bachtiar Firdaus memaparkan arah pengembangan Gerakan Sahabat PKS hingga tahun 2029. Ia menekankan bahwa mulai pekan ini BRSN mau memastikan proses rekrutmen dan pembinaan relawan melangkah secara berkesinambungan setiap hari.

“Kami berambisi mulai pekan ini tidak ada hari tanpa aktivitas dari BRSN untuk mengadakan TOP PKS, merekrut teman-teman Sahabat PKS nan baru sekaligus memperluas jaringan relawan,” ujar Bachtiar.

Ia menjelaskan bahwa sebelum TOP PKS diperkenalkan secara nasional, BRSN terlebih dulu menjalankan program TFT (Training for Trainer) Sahabat PKS. Program tersebut dirancang untuk menumbuhkan budaya kaderisasi dan rekrutmen nan berkepanjangan dengan membujuk lebih banyak masyarakat berperan-serta dalam beragam program pelayanan dan pemberdayaan nan digagas PKS.

“Semangatnya sederhana namun sangat penting, ialah setiap hari kudu ada upaya mengajak, merangkul, dan memperluas barisan perjuangan. Karena jika PKS mau melayani rakyat dan mewujudkan kesejahteraan bangsa, maka kita kudu bahu-membahu berbareng rakyat. Kita tidak bisa melangkah sendiri,” katanya.

Pada momentum nan sama, BRSN juga secara resmi meluncurkan TOP Nasional serta Gerakan Relawan Sahabat PKS sebagai bagian dari strategi memperkuat pelayanan dan perjuangan partai di tengah masyarakat.

Bachtiar mengungkapkan bahwa PKS menargetkan terbentuknya 1,7 juta relawan Sahabat PKS menjelang penyelenggaraan pemilu berikutnya. Menurutnya, pencapaian sasaran tersebut memerlukan support dan kerja sama seluruh unsur partai, mulai dari BRSN, bagian dan badan di tingkat DPP, hingga struktur partai di beragam daerah.

“Kita berambisi sasaran 1,7 juta relawan Sahabat PKS dapat tercapai. Target ini tentu memerlukan kerja sama seluruh komponen partai. Dengan sinergi nan kuat, insya Allah sasaran tersebut dapat kita wujudkan bersama,” ujarnya.

Ia juga mendorong seluruh jejeran PKS untuk mempererat kemitraan dengan komunitas, relawan, serta beragam golongan masyarakat. Menurut Bachtiar, semakin luas keterlibatan publik dalam aktivitas sosial nan dijalankan PKS, semakin besar pula faedah nan dapat diberikan kepada bangsa dan negara.

Untuk mendukung penguatan organisasi, BRSN telah menyiapkan Sistem Manajemen Informasi Join PKS sebagai sarana pendaftaran peserta TOP PKS sehingga proses pendataan dapat berjalan lebih tertata dan terdokumentasi dengan baik. Selain itu, BRSN juga mengembangkan sistem manajemen relawan dan saksi nan terintegrasi guna meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan relawan.

“Dengan support sistem nan terintegrasi, kami berambisi lahir beragam terobosan dalam pengelolaan relawan, penguatan jaringan saksi, serta konsolidasi aktivitas Sahabat PKS secara nasional,” jelas Bachtiar.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid menegaskan bahwa keberhasilan aktivitas relawan tidak ditentukan oleh banyaknya semboyan maupun retorika politik, melainkan oleh keahlian menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.

“Ini nan paling penting. Masyarakat hari ini jenuh dengan janji dan retorika politik. Mereka butuh kehadiran nan nyata. Training orientasi ini digelar agar setiap relawan dan saksi mempunyai bekal nan cukup untuk menjadi problem solver," ujar Kholid.

"Menjadi penggerak nan tahu gimana langkah membantu mengurus manajemen warga, mengawal hak-hak sosial masyarakat, serta sigap memberikan solusi atas persoalan di lingkungan RT/RW mereka,” kata Kholid.

Menurut Kholid, relawan dan saksi PKS kudu tampil sebagai garda terdepan dalam menghadirkan pelayanan nan betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui training dan pendampingan nan berkelanjutan, mereka diharapkan bisa menjadi penghubung antara kebutuhan penduduk dengan beragam solusi nan dapat diwujudkan melalui aktivitas sosial, pelayanan masyarakat, maupun pembelaan publik.

Melalui penyelenggaraan TOP PKS Nasional 2026 dan peluncuran Gerakan Relawan Sahabat PKS, PKS berambisi semakin banyak relawan nan tidak hanya aktif dalam aktivitas politik dan demokrasi, tetapi juga berkedudukan sebagai penggerak kebaikan nan datang membantu menyelesaikan beragam persoalan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Dengan langkah tersebut, PKS berupaya memperkuat budaya pelayanan sebagai fondasi utama dalam membangun kedekatan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia