Pierre Sage Terancam Dipecat Crystal Palace Usai Kekalahan Telak dari Brighton and Hove Albion

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Pierre Sage Terancam Dipecat Crystal Palace Usai Kekalahan Telak dari Brighton and Hove Albion Pelatih Crystal Palace Pierre Sage(AFP/Ben Stansall)

POSISI Pierre Sage sebagai manajer Crystal Palace sekarang berada di bawah pengawasan ketat. Setelah kekalahan memalukan 0-5 dari Brighton and Hove Albion pada Minggu (17/10), pekan ini menjadi periode krusial nan bakal menentukan masa depan pembimbing asal Prancis tersebut di Selhurst Park.

Sejak mengambil alih bangku kepelatihan, Sage baru mencatatkan dua kemenangan dari tujuh pertandingan pembuka Liga Primer Inggris. Statistik pertahanan menjadi sorotan utama; Palace telah kebobolan 17 gol, jumlah tertinggi di liga musim ini. Jika tren ini berlanjut, The Eagles diprediksi bisa kebobolan hingga 92 gol di akhir musim.

Krisis Pertahanan dan Eksodus Pemain Bintang

Meskipun hasil di lapangan mengecewakan, terdapat simpati dari internal klub mengenai situasi susah nan dihadapi Sage. Ia kudu mengelola skuad nan kehilangan pilar-pilar krusial sejak musim panas 2024. Nama-nama besar seperti Marc Guehi (dijual ke Manchester City), Eberechi Eze, Michael Olise, Maxence Lacroix, dan Daniel Munoz telah meninggalkan klub.

Kehilangan Guehi, Lacroix, dan Munoz dalam waktu singkat menghancurkan stabilitas lini belakang nan sebelumnya menjadi kekuatan utama di era Oliver Glasner dan Roy Hodgson. Dalam laga kontra Brighton, Sage terpaksa menurunkan bek muda seperti Jaydee Canvot, 20, dan Honest Ahanor, 18, karena krisis personel.

Statistik Mengkhawatirkan Crystal Palace:

  • Kemenangan: 2 dari 7 laga awal Liga Primer.
  • Kebobolan: 17 gol (Rata-rata 2,5 gol per laga).
  • Pemain Keluar Utama: Guehi, Eze, Olise, Lacroix, Munoz.

Tekanan Finansial dan Kebijakan Transfer

Kesulitan Palace di bursa transfer juga dipengaruhi oleh upaya klub mematuhi patokan finansial UEFA. Hal ini memaksa manajemen melepas Daniel Munoz ke Nottingham Forest seharga Rp445 miliar (£22 juta) dan hanya mendatangkan pemain seperti Takehiro Tomiyasu, Ben Chilwell, serta Oscar Mingueza dengan status bebas transfer.

Selain Sage, posisi Matt Hobbs nan menggantikan kepala olahraga berpengaruh Dougie Freedman juga mulai dipertanyakan. Namun, pemilik klub Steve Parish dikenal sebagai sosok nan tidak impulsif. Parish sebelumnya tetap mempertahankan Glasner meski sempat ada ketegangan internal, hingga akhirnya Glasner mempersembahkan trofi Liga Konferensi Eropa dan Piala FA.

Pekan Penentuan

Meski Parish mempunyai kesabaran, pemisah waktu bagi Sage tampaknya mulai mendekat. Beberapa pihak di internal klub meyakini bahwa masa kedudukan Sage bakal segera berhujung begitu pengganti nan tepat ditemukan. Sebelumnya, Palace kandas mendapatkan sasaran utama mereka, Andoni Iraola, setelah kepergian Glasner.

Dua laga mendatang bakal menjadi pengadil bagi pekerjaan Sage di London Selatan. Perjalanan ke markas Besiktas di Liga Europa dan laga kandang melawan Newcastle United di Liga Primer Inggris menjadi kesempatan terakhir bagi manajer berumur 47 tahun itu untuk mengubah keadaan. Dua hasil positif mungkin bakal menyelamatkannya, namun kekalahan beruntun bisa membikin manajemen Palace merasa sudah waktunya untuk melakukan perubahan. (bbc/Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑