Cikal Bintang
, Jurnalis-Kamis, 22 Oktober 2026 |01:05 WIB

PSIM Yogyakarta kalah 0-1 dari Bhayangkara FC. (Foto: ILeague)
PSIM Yogyakarta belum bisa mengakhiri tren negatif setelah menelan kekalahan dari Bhayangkara Presisi Lampung FC 0-1 pada pekan keenam Super League 2026-2027. Pelatih caretaker PSIM Yogyakarta, Guntur Cahyo Utomo, mengalihkan konsentrasi untuk laga selanjutnya
Bertanding di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa 20 Oktober 2026 malam WIB, Laskar Mataram -julukan PSIM Yogyakarta- kudu mengakui kelebihan tuan rumah. Gol tunggal kemenangan Bhayangkara FC dicetak winger Moussa Sidibe pada menit ke-59.
Duel Bhayangkara FC vs PSIM Yogyakarta. (Foto: Instagram/bhayangkarafc)
1. PSIM Yogyakarta Kalah 5 Kali Beruntun di Super League
Hasil ini sekaligus memperpanjang catatan kekalahan PSIM Yogyakarta menjadi lima pertandingan beruntun pada awal kejuaraan musim ini. Rentetan hasil jelek itu menjadi pukulan bagi PSIM Yogyakarta nan sebelumnya berambisi segera bangkit.
Apalagi, tim berjuluk Laskar Mataram itu baru saja mengakhiri kebersamaan dengan pembimbing kepala Jean-Paul van Gastel. Guntur menilai timnya sebenarnya bisa menjalankan rencana permainan pada awal pertandingan. Namun, kartu merah nan diterima pemain PSIM Yogyakarta mengubah situasi dan membikin perjuangan tim semakin berat.
“Pada 20 menit pertama, kita bisa main dengan bagus. Game plan berjalan. Namun, kemudian dapat kartu merah. Tapi setelah itu, kita tetap menunjukkan bahwa pemain mau berjuang. Itulah sepakbola. Kesalahan minor menghadirkan hasil nan berbeda. Selamat untuk Bhayangkara FC,” kata Guntur, Okezone mengutip dari laman resmi PT Liga Indonesia Baru (I.League), Kamis (22/10/2026).
Guntur mengakui situasi nan dihadapi PSIM Yogyakarta saat ini bukan perkara mudah, terlebih setelah kembali kandas meraih hasil positif. Meski demikian, dia menegaskan timnya kudu segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya melawan Isenmulang Kalteng FC.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·