Ilustrasi(Dok AI)
TIM nasional Senegal dan Irak siap saling jegal demi mengamankan kesempatan lolos ke babak 32 besar dalam laga pamungkas Grup I Piala Dunia di Toronto pada Jumat (26/6).
Pertandingan itu menjadi pembuktian terakhir bagi kedua tim setelah sama-sama menelan hasil minor di dua laga pembuka.
Bagi Senegal, kekalahan 1-3 dari Prancis dan 3-2 dari Norwegia menempatkan sang juara Afrika di posisi ahli kunci tanpa poin.
Pelatih Senegal, Pape Thiaw, mengakui adanya tekanan besar mengingat timnya sempat diunggulkan, namun dia menegaskan kesiapan skuadnya untuk melakukan perombakan taktis demi meraih kemenangan mutlak.
Tantangan Singa Teranga dipastikan kian berat lantaran kudu kehilangan penjaga gawang utama, Edouard Mendy, nan membekuk cedera saat melawan Norwegia.
"Sekarang, kami kudu membalikkan keadaan. Itu berfaedah saya kudu mengambil keputusan taktis, begitu juga para pemain. Kami siap," kata Thiaw dikutip dari Tribal News.
Thiaw juga mewaspadai kedisiplinan Irak nan dinilai berpotensi merepotkan barisan pertahanan anak asuhnya.
"Irak adalah tim nan disiplin secara teknis dan taktis nan dapat menyebabkan masalah besar, terutama dalam serangan. Pertandingan hari Jumat adalah final untuk kedua tim," tambahnya.
Di kubu lawan, Irak juga mengusung misi serupa untuk mengamankan tiga nomor penuh demi melaju ke fase gugur.
Gelandang Irak, Zaid Ismaeel, menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan di laga sebelumnya dan menegaskan bahwa seluruh pemain termotivasi memberikan pembuktian di atas lapangan tanpa memedulikan status tim unggulan.
"Pelatih dengan jelas menyatakan bahwa nan terpenting adalah tiga poin. Tiga poin inilah nan bakal membawa kami melaju ke babak berikutnya. Tidak peduli siapa nan menjadi favorit, mereka alias kami; lapangan nan bakal menentukan," tegas Ismaeel dikutip dari Flashscore News. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·