Peserta Latsarmil Kemhan Meninggal Dunia Bertambah Jadi 5 Orang

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Peserta Latsarmil Kemhan Meninggal Dunia Bertambah Jadi 5 Orang Kementerian Pertahanan mengonfirmasi jumlah peserta SPPI KDKMP 2026 nan meninggal dunia.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi jumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih tahun 2026 nan meninggal bumi bertambah menjadi lima orang. Korban terbaru, Nola Diasari, dilaporkan wafat setelah menjalani training dasar militer (Latsarmil) di Singkawang.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSD) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengungkapkan bahwa Nola Diasari mengikuti training di Satdik Dodik Bela Negara Rindam XII/Tanjungpura. Sebelum meninggal pada Jumat (26/6), Nola sempat mengikuti kelas teknik perkebunan tanpa keluhan kesehatan.

Namun, pada pukul 18.45 WIB, Nola mulai merasakan sesak napas dan suhu tubuh nan meningkat. Ia segera dirujuk ke IGD RS Singkawang sebelum akhirnya dialihkan ke RSUD Dr. Abdul Aziz Singkawang. Pasien dinyatakan meninggal bumi pukul 21.03 WIB akibat henti jantung, meskipun tim medis telah melakukan upaya resusitasi dan kardioversi. Catatan seleksi awal menunjukkan almarhumah mempunyai status kelebihan berat badan (overweight).

"Kami menyampaikan bela sungkawa nan mendalam kepada seluruh family almarhum-almarhumah. Sejak para peserta mengalami gangguan kesehatan, seluruhnya telah memperoleh penanganan oleh tenaga kesehatan dan satuan pendidikan," ujar Ketut dalam konvensi pers, Sabtu (27/6).

Ketut menegaskan bahwa seluruh peserta SPPI telah melewati prosedur pemeriksaan kesehatan (medical check-up) yang ketat sebelum mengikuti program. Pemeriksaan tersebut meliputi laboratorium darah, urine, rontgen toraks, EKG, USG abdomen, hingga pemeriksaan kesehatan jiwa.

Selain Nola, empat peserta lain nan telah dinyatakan meninggal bumi adalah Novia Rahmadhani Sihotang (Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta) dan Anisa Muyassaroh nan meninggal akibat heat stroke di Balikpapan. Selanjutnya, Yonanda Muhammad Taufiq meninggal akibat henti jantung di Baturaja pada 17 Juni, serta Muhammad Rifki Renaldi Gunawan nan wafat di Yon Parako 465 pada 24 Juni setelah mengalami sesak napas.

Pihak Kemhan memastikan tim medis di setiap satuan pendidikan selalu melakukan penanganan awal secara sigap dan merujuk peserta ke rumah sakit mitra terdekat jika ditemukan gangguan kesehatan di lapangan sesuai prosedur nan berlaku. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia