loading...
TEHERAN - Ketika pilot AS nan lenyap akhirnya sukses menghubungi dari suatu tempat di pegunungan barat daya Iran, pesan nan dikirimnya begitu singkat dan tidak terduga sehingga membikin Washington berprasangka bakal kemungkinan jebakan Iran.
Trump mengatakan kepada Axios bahwa petugas sistem senjata tersebut mengirimkan pesan singkat dan tidak biasa melalui radionya setelah melontarkan diri dari pesawat F-15E Strike Eagle-nya.
“Dia berkata: ‘Segala kuasa bagi Tuhan,'” kata Trump.
“Apa nan dia katakan di radio terdengar seperti sesuatu nan bakal dikatakan seorang Muslim,” kata Trump kepada Axios, menambahkan bahwa orang-orang nan mengenal petugas tersebut kemudian menjelaskan bahwa dia adalah orang nan religius, dan masuk logika baginya untuk mengatakan itu.
Seorang pejabat pertahanan AS mengkonfirmasi pernyataan Trump kepada Axios tetapi mengatakan frasa nan tepat nan digunakan adalah “Tuhan itu baik.” Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth memposting kata-kata nan sama di X.
Prajurit tersebut membawa perangkat komunikasi dan suar pencari bersamanya selain pistol. Sementara pasukan Iran dan AS berkompetisi untuk menemukannya, dia berlindung di celah gunung, terus bergerak, dan pada suatu titik mendaki punggung bukit setinggi 7.000 kaki untuk tetap berada di depan pasukan nan mendekat. Lokasinya tetap tidak diketahui apalagi oleh Amerika Serikat selama lebih dari 24 jam.
7.000 Kaki di Atas, Sendirian, Bersenjata Pistol: 48 Jam Prajurit Angkatan Udara AS di Iran
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·