Trump Organization membatalkan rencananya untuk menggunakan nama perusahaan tersebut pada sebuah proyek menara di Gold Coast, Australia. Hal ini lantaran mitra lokal di Australia dinilai kandas memenuhi kewajibannya.
Dikutip dari Bloomberg, Rabu (13/5), mitra lokal tersebut adalah Altus Property Group. Tiga bulan lampau Trump Organization memang sudah mengumumkan bahwa mereka bakal menggunakan nama perusahaan untuk proyek menara hotel dan apartemen 91 lantai di Surfers Paradise tersebut.
“Setelah berbulan-bulan negosiasi dan janji kosong demi janji kosong, dalam proyek senilai sekitar USD 1,5 miliar tersebut, Altus Property Group tidak bisa memenuhi tanggungjawab finansial paling mendasar nan jatuh tempo saat perjanjian ditandatangani. Kami berambisi dapat menjajaki proyek potensial lainnya dan segera menghadirkan properti Trump di Australia,” tulis pernyataan Trump Organization.
Merespons perihal itu, Chief Executive Officer Altus Property Group, David Young mengatakan bahwa merek Trump memang semakin tidak terkenal di Australia.
“Beberapa waktu lalu, kami tahu sudah saatnya berpisah. Ini bukan soal tidak memenuhi kewajiban. Kami sedang bermusyawarah dengan merek-merek papan atas dunia, dan Trump Organization adalah salah satunya. Proyek ini tetap berjalan,” ujar Young dalam sebuah pernyataan.
Sebelumnya, Altus Property Group menyatakan bahwa menara tersebut diperkirakan bakal menjadi nan tertinggi di Australia dengan biaya pembangunan nyaris mencapai AUD 1,5 miliar alias sekitar USD 1,1 miliar.
Terkait pembangunan menara itu, penolakan juga sempat datang dari golongan pembelaan sayap kiri Australia, GetUp! nan menolak pembangunan Trump Tower. Kelompok itu mengumpulkan lebih dari 120.000 tanda tangan petisi penolakan sejak proyek diumumkan.
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·