Direktur PJT Dua Imam Santoso(MI/Reza Sunarya)
PERNYATAAN Kepolisian dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengenai tidak adanya CCTV di sekitar letak tewasnya satpam berjulukan Sumarna, dibantah Perum Jasa Tirta 2 (PJT 2) Jatiluhur. Selaku pengelola Waduk Jatiluhur, PJT dua mengeklaim di letak Waduk Jatiluhur telah terpasang sebanyak 27 CCTV.
Direktur Utama PJT 2 Jatiluhur, Imam Santoso, usai mendatangi rumah duka mengatakan bahwa pihaknya telah memasang 27 kamera pengawas CCTV nan tersebar dan menyorot ke arah obyek vital strategis Waduk Jatiluhur. Bahkan tiga unit di antaranya berada di wilayah Ubrug dan telah diambil oleh pihak kepolisian untuk dijadikan bahan penyelidikan.
"Kita telah memasang 27 kamera pengawas CCTV nan beraksi merekam aktivitas di areal obyek vital strategis waduk, namun letak kejadian peristiwa di luar jangkauan pantauan kamera pengawas nan berjarak 2 killometer," kata Imam Santoso, Kamis (30/7).
Sementara, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, nan turut datang di rumah duka juga turut mendukung penuh upaya penyelidikan dan investigasi kepolisian hingga tabir penyebab kematian Sumarna bisa sigap terungkap.
"Saya dukung penuh apa nan diupayakan kepolisian, hingga kasus ini sigap terungkap pelakunya" kata Saepul Bahri Binzein.(RZ/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·