Feby Novalius
, Jurnalis-Rabu, 29 April 2026 |17:39 WIB

Integrasi antara konten digital dan sektor ekonomi imajinatif semakin berkembang seiring meningkatnya peran platform digital. (Foto: Okezone.com/TikTok)
JAKARTA – Integrasi antara konten digital dan sektor ekonomi imajinatif semakin berkembang seiring meningkatnya peran platform digital dalam memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat, khususnya pada industri makanan dan minuman serta upaya berbasis kunjungan langsung (dine-in).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor makanan dan minuman terus mengalami pertumbuhan, dengan jumlah upaya mencapai 5,28 juta pada 2024, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, sekitar 25 juta UMKM telah berasosiasi ke platform digital untuk memperluas jangkauan pasar dan mengoptimalkan operasional. Dari sisi konsumen, sekitar 65% masyarakat Indonesia menggunakan platform digital sebagai referensi dalam mencari pilihan kuliner.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai integrasi antara konten digital dan sektor ekonomi imajinatif sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi imajinatif nasional.
“Kami menyambut baik inisiatif ini dalam memperluas kontribusi pada industri jasa makanan di Indonesia, khususnya bagi upaya dine-in lokal. Inisiatif ini sejalan dengan upaya Kementerian Ekonomi Kreatif dalam mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·