Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau Meroket Cepat, Ini Penjelasan PVMBG

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau Meroket Cepat, Ini Penjelasan PVMBG Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (9/9/2026).(Antara)

PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM memberikan penjelasan resmi mengenai laju pembentukan bentuk Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda nan terpantau sangat pesat. Meskipun pertumbuhannya tergolong cepat, lembaga tersebut memastikan kondisinya saat ini tetap kondusif dan terkendali.

Kepala PVMBG Rita Susilawati menyampaikan di Bandung, Kamis, bahwa kejadian tersebut merupakan siklus normal dari dinamika pembentukan gunung api muda. Hingga kini, aktivitas vulkanik tersebut dinilai belum memicu potensi ancaman keruntuhan longsor maupun gelombang tsunami.

Berdasarkan hasil pemantauan, karakter erupsi telah kembali pada pola strombolian normal berdurasi singkat. Bahkan, catatan pengamatan menunjukkan tidak ada aktivitas letusan setelah erupsi awal September 2026, tepatnya pada Senin (14/9) dan Selasa (15/9).

"Potensi erupsi tetap ada, tetapi jangan terlalu dikhawatirkan lantaran ini memang bagian dari dinamika pertumbuhan Anak Krakatau nan merupakan gunung api muda nan sedang membentuk tubuhnya," kata Rita, Kamis (17/9).

Faktor Pendorong dan Analisis Ilmiah

Lebih lanjut, Rita memaparkan bahwa pertumbuhan bentuk nan sangat sigap ini dipicu oleh sejumlah aspek utama, antara lain:

  • Kombinasi pengaruh tektonik regional.

  • Arsitektur sistem saluran magma nan sudah terbuka.

  • Karakteristik cairan magma encer dengan viskositas rendah.

  • Tingginya gelombang letusan vulkanik.

Selain itu, pergeseran arah subduksi lempeng tektonik dari wilayah Sumatera mengarah ke Selat Sunda turut membuka jalur bagi pergerakan magma menuju permukaan tanpa halangan signifikan. Kondisi ini membikin material pijar bersuhu tinggi dan cair tersebut menumpuk dengan sigap guna membentuk struktur morfologi tubuh gunung.

Imbauan dan Antisipasi Keselamatan

Di tengah berlangsungnya proses pencarian tim wartawan nan dilaporkan lenyap di perairan Selat Sunda, pihak PVMBG mengimbau masyarakat luas serta para pemangku kepentingan agar tidak mudah panik menghadapi rumor potensi keruntuhan tubuh gunung alias flank collapse nan dikhawatirkan memicu tsunami.

"Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau ini belum mengkhawatirkan bisa menjadi ancaman keruntuhan, lantaran tubuhnya sekarang ketinggiannya tetap sekitar 150-an meter dan slope-nya (kemiringan lereng) juga tetap landai. Jadi sekali lagi, saat ini jika terjadi runtuhan itu tidak bakal menyebabkan tsunami," ucap Rita.

Guna menjamin aspek keselamatan publik di area perbatasan perairan Lampung dan Banten tersebut, PVMBG menegaskan komitmennya untuk terus menyiagakan pemantauan ketat serta berkepanjangan selama 24 jam penuh terhadap segala corak perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia