Ilustrasi cuaca panas ekstrem penyebab heat stroke.(Dok. Magnific)
SERANGAN panas alias heat stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis nan memerlukan penanganan sigap dan tepat. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berakibat fatal dan menakut-nakuti jiwa. Pakar kesehatan sekaligus epidemiolog, dr. Dicky Budiman, menekankan pentingnya langkah-langkah pendinginan segera setelah seseorang terpapar cuaca panas ekstrem.
Langkah Darurat Penanganan Heat Stroke
Berdasarkan penjelasan dr. Dicky Budiman, berikut adalah tindakan krusial nan kudu dilakukan saat menghadapi seseorang nan terkena heat stroke:
- Evakuasi ke Tempat Sejuk: Segera pindahkan korban ke area nan teduh dan sejuk. Pastikan korban tidak lagi terpapar sinar mentari secara langsung.
- Pendinginan Cepat: Lakukan upaya penurunan suhu tubuh sesegera mungkin. Buka busana nan tebal alias nan dapat memerangkap panas.
- Kompres Air Dingin: Gunakan es alias air dingin untuk mengompres area leher, ketiak, dan selangkangan. Area-area ini mempunyai banyak pembuluh darah besar sehingga efektif untuk menurunkan suhu inti tubuh.
- Metode Rendam Air: Jika memungkinkan, merendam tubuh korban di dalam air dingin sangat disarankan lantaran terbukti efektif dalam menurunkan suhu tubuh secara drastis.
- Hubungi Layanan Medis: Secara paralel, segera hubungi jasa darurat medis. Heat stroke adalah kondisi nan memerlukan pengawasan tenaga ahli untuk mencegah kerusakan organ permanen.
Jika pasien dalam kondisi tidak sadar, posisikan tubuh miring ke kanan. Hal ini bermaksud untuk menjaga jalan napas dan mencegah aspirasi alias tersedak.
Faktor Risiko dan Penyebab Heat Stroke
Heat stroke umumnya dipicu oleh dehidrasi berat akibat cuaca panas alias aktivitas bentuk nan intens di luar ruangan, seperti berolahraga alias bekerja di lapangan. Namun, terdapat beberapa aspek tambahan nan dapat memperparah kondisi ini:
- Penggunaan Pakaian: Mengenakan busana tebal nan tidak menyerap keringat menghalang proses pelepasan panas tubuh.
- Konsumsi Obat-obatan: Obat jenis diuretik (yang memicu buang air mini terus-menerus) dan beta blocker dapat mengganggu sistem alami pengaturan suhu tubuh.
- Gaya Hidup: Konsumsi alkohol dapat mempercepat terjadinya dehidrasi saat cuaca panas.
Meskipun kasus heat stroke di Indonesia relatif jarang dibandingkan negara-negara di Timur Tengah alias Amerika, ancaman ini tetap nyata seiring dengan kejadian pemanasan global. Kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak perlu mendapatkan perhatian ekstra saat terjadi gelombang panas guna menghindari akibat gangguan jantung hingga kematian. (Ant/H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·