Borong Enam Penghargaan APQA 2026 Berkat Perkuat Posisi sebagai Pemimpin Panas Bumi Nasional

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Borong Enam Penghargaan APQA 2026 Berkat Perkuat Posisi sebagai Pemimpin Panas Bumi Nasional Ilustrasi(Dok Istimewa )

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) kembali menorehkan prestasi di bagian keberlanjutan dan penemuan dengan meraih enam penghargaan pada Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2026. Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan, inovasi, dan perbaikan berkepanjangan di seluruh lini operasional.

Dalam arena nan mengusung tema Elevating Talent, Accelerating Innovation, Delivering Enterprise Value tersebut, PGE sukses meraih penghargaan The Best Quality Performance, The Best System Assurance, The Best Value Creation Achievement, dan The Best Category Achievement dengan ranking pertama. Selain itu, perusahaan juga meraih penghargaan The Best KOMET Influencer ranking ketiga serta Sustainability Excellence for Operational Unit melalui PGE Area Kamojang.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan penghargaan tersebut mencerminkan kuatnya budaya mutu dan penemuan nan telah menjadi bagian dari operasional perusahaan, mulai dari instansi pusat hingga area operasi.

“Penghargaan ini mencerminkan kuatnya budaya mutu dan penemuan nan telah menjadi bagian dari budaya kerja PGE, mulai dari instansi pusat hingga area operasi. Bagi kami, penemuan bukan sekadar untuk memenangkan kompetisi, tetapi kudu bisa menciptakan nilai tambah dan membuka kesempatan sumber pendapatan baru bagi perusahaan. Ke depan, kami bakal terus mendorong lahirnya penemuan nan mendukung pertumbuhan upaya berkepanjangan sekaligus memperkuat peran PGE sebagai geothermal center of excellence,” kata Ahmad Yani dikutip dari siaran pers nan diterima, Selasa (16/6).

Keberhasilan tersebut ditopang oleh penerapan Geothermal Integrated Management System (GIMS) berbasis standar ISO nan diterapkan di seluruh lini operasi. Sistem tersebut diperkuat dengan sistem tata kerja terintegrasi dan pengelolaan pengetahuan (knowledge management) nan menjadi bagian dari budaya continuous improvement perusahaan.

Menurut dia, penerapan sistem terintegrasi tersebut memungkinkan operasional perusahaan melangkah lebih efektif, andal, aman, serta sejalan dengan prinsip keberlanjutan nan bertindak secara global.

Sementara itu, Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh insan perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas penemuan dan operasional.

“Yang lebih krusial dari meraih penghargaan adalah gimana kami mempertahankan dan terus meningkatkan pencapaian tersebut. Di PGE, penemuan bukan sekadar program alias kewajiban, melainkan bagian dari langkah kami bekerja. Karena itu, kami terus mendorong lahirnya penemuan nan tidak hanya meningkatkan keahlian operasional, tetapi juga bisa menciptakan nilai tambah nyata dan membuka kesempatan upaya baru bagi perusahaan,” kata Andi.

Pada APQA 2026, tiga gugus penemuan PGE juga sukses meraih predikat Platinum dalam kategori Project Collaboration Improvement (PC Prove). Gugus KATRILI memperoleh penghargaan melalui penemuan pemanfaatan endapan silika fluida panas bumi menjadi Booster Nanosilika Cair guna meningkatkan keandalan operasi panas bumi di Area Lahendong.

Sementara itu, gugus SIBERIAN GUYS meraih penghargaan melalui penemuan AUTOCYD (Autonomous Cyber Defense) nan ditujukan untuk memperkuat sistem keamanan siber perusahaan. Adapun gugus i-TECS mendapatkan penghargaan berkah penemuan digitalisasi pemantauan sistem tata kerja melalui aplikasi Integrated Technology for Governance System (i-TECS).

Berbagai penemuan tersebut dinilai mencerminkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan keandalan operasi, memperkuat tata kelola, sekaligus mempercepat transformasi digital untuk mendukung pengelolaan daya panas bumi nan lebih efisien dan berkekuatan saing.

Selain prestasi di bagian inovasi, keahlian operasional perusahaan juga menunjukkan tren positif. Sepanjang kuartal I 2026, PGE mencatat produksi listrik sebesar 1.370 gigawatt hour (GWh), meningkat 15,22% dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya.

Saat ini PGE mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan kapabilitas terpasang mencapai 1.932 megawatt (MW). Dari jumlah tersebut, sebanyak 727 MW dikelola langsung oleh perusahaan, sedangkan 1.205 MW dikelola melalui skema perjanjian operasi bersama. Kapasitas tersebut mewakili sekitar 70% dari total kapabilitas panas bumi terpasang di Indonesia.

PGE juga terus memperkuat komitmen terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Perusahaan tercatat memperoleh skor ESG 7,1 dari Sustainalytics, nan menempatkannya sebagai perusahaan dengan akibat ESG sangat rendah. Selain itu, PGE menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia nan masuk dalam daftar Top 50 Global ESG Companies 2025. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia