PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pertama kalinya mencatatkan laba bersih sejak berdiri. Pada kuartal I 2026, perseroan membukukan untung bersih sebesar Rp 171 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp 367 miliar pada periode nan sama tahun sebelumnya (yoy).
Direktur Utama (Dirut) Grup GoTo Hans Patuwo mengatakan capaian ini jadi tonggak krusial bagi perusahaan setelah melalui proses transformasi upaya dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, GoTo berada dalam posisi nan baik untuk menghadapi situasi dunia saat ini.
“Perjalanan kami bersambung seiring dengan upaya kami dalam mengakselerasi pertumbuhan melalui pengembangan produk nan sesuai kebutuhan pelanggan, melalui investasi secara berkepanjangan pada keahlian upaya nan bakal membantu kami mewujudkan perihal ini,” jelas Hans Patuwo dalam keterangannya, Selasa (28/4).
Dari sisi keahlian operasional, GoTo mencatat pertumbuhan. Nilai transaksi bruto (GTV) inti mencapai Rp 138 triliun alias naik 65 persen yoy, sementara total GTV mencapai Rp 236 triliun alias meningkat 63 persen yoy. Pendapatan bersih tumbuh 26 persen yoy menjadi Rp 5,3 triliun.
EBITDA nan disesuaikan juga naik 131 persen yoy menjadi Rp 907 miliar. Selain itu, arus kas bebas nan disesuaikan tercatat positif sebesar Rp 1,3 triliun.
Direktur Keuangan Grup GoTo Simon Ho menyebut pertumbuhan pendapatan melampaui pertumbuhan biaya secara signifikan, baik di upaya Financial Technology (Fintech) maupun On-demand Services. Biaya jasa juga turun seiring strategi di bagian teknologi dan kepintaran buatan (AI).
“Kami memasuki sisa tahun ini dengan arus kas bebas nan disesuaikan positif dan neraca finansial nan kuat, menegaskan kembali pedoman EBITDA nan disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp 3,2-3,4 triliun,” ucap Simon.
Adapun, jumlah pengguna bertransaksi tahunan (ATU) naik 22 persen yoy menjadi 69 juta, setara dengan sekitar sepertiga populasi dewasa RI.
Pada segmen Fintech, pendapatan bersih tumbuh 58 persen yoy menjadi Rp 1,9 triliun, dengan EBITDA nan disesuaikan melonjak 674 persen menjadi Rp 364 miliar. Nilai kitab pinjaman mencapai Rp 9,9 triliun alias naik 59 persen yoy.
Sementara itu, segmen On-demand Services mencatat pendapatan bersih Rp 3,4 triliun alias naik 12 persen yoy, dengan EBITDA nan disesuaikan tumbuh 40 persen yoy menjadi Rp 439 miliar.
Perseroan juga mencatat peningkatan kesejahteraan mitra, termasuk penyaluran Bonus Hari Raya (BHR) sekitar Rp 110 miliar serta penyediaan agunan sosial bagi mitra pengemudi sejak 1 Februari 2026.
Ke depan, GoTo mempertahankan sasaran EBITDA nan disesuaikan setahun penuh di kisaran Rp 3,2-3,4 triliun, meski tetap mewaspadai ketidakpastian makroekonomi global.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·