Persiapan Asian Games 2026: Tim Bulu Tangkis Indonesia Gelar Latihan Perdana di Tokyo

Sedang Trending 5 jam yang lalu
 Tim Bulu Tangkis Indonesia Gelar Latihan Perdana di Tokyo Ilustrasi(Dok PBSI)

SKUAD bulu tangkis Indonesia mulai mematangkan penyesuaian jelang berkompetensi pada pesta olahraga terbesar se-Asia, Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Tim Merah Putih secara resmi menggelar sesi latihan perdana di NTT Central Training Center, Chofu, Tokyo. Fokus utama menyasar pemulihan kondisi bentuk serta menjaga kestabilan kinesiologi atlet sebelum laga resmi bergulir pada 20–29 September 2026.

Proses penyesuaian mulus dirasakan sektor dobel putra. Pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menyambut penampilan kedua mereka di arena Asian Games dengan ketenangan dan kepercayaan diri nan tinggi.

Kerap dipatok sasaran tinggi, Leo/Daniel berkeinginan menebus kegagalan pada jenis sebelumnya di Hangzhou dengan tampil lebih garang.

"Kegagalan di Asian Games Hangzhou, kami jadikan pelajaran dan pengalaman. Kami kudu perbaiki kesalahan, jangan diulangi lagi. Di Nagoya kelak kami kudu tampil lebih berani," tegas Leo dalam keterangannya.

Bekal modal berbobot diantongi sang juara Thailand Terbuka 2026 ini usai menumbangkan pasangan dobel putra nomor satu bumi asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, pada arena China Masters 2026 lalu. 

Kendati demikian, Leo/Daniel menyadari peta persaingan dobel putra di Asian Games 2026 sangat kompetitif, sehingga kewaspadaan penuh wajib dijaga sejak babak awal.

Sementara itu, Pelatih Kepala Tunggal Putri PBSI, Imam Tohari, membeberkan bahwa kondisi anak asuhnya terbilang sangat prima sejak hari pertama mendarat di Jepang. 

Intensitas latihan awal langsung dinaikkan secara terukur guna membiasakan kepekaan refleks dan pergerakan langkah kaki para pemain.

Terkait proses penyesuaian lingkungan, Imam menilai suasana cuaca di Jepang saat ini relatif ramah bagi para pebulu tangkis Indonesia sehingga tidak memicu hambatan bentuk nan berarti.

"Dengan cuaca di Tokyo dan kelak di Nagoya nan tidak terlalu terik dan juga tidak terlalu dingin, dengan kisaran suhu 25 derajat celsius itu cocok dengan atlet-atlet kita," beber Imam. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia