Permintaan Kondom Naik, Dipicu Ketidakpastian Masa Depan & Ekonomi karena Perang

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Ilustrasi Kondom di Dompet. Foto: Shutter Stock

Dampak perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran nan membikin Selat Hormuz ditutup mulai menjalar ke urusan ranjang. Permintaan kondom naik lantaran kekhawatiran hidup nan tidak pasti di masa krisis saat ini, padahal harganya mahal lantaran perang juga.

CEO Karex Bhd., Go Miah, produsen kondom asal Malaysia nan memproduksi kondom seperti Durex, mengungkapkan faktanya. Dia mengatakan di tengah ketidakpastian peralatan baku kondom, permintaan perangkat pengaman ini justru meningkat.

“Di masa sulit, kebutuhan menggunakan kondom justru meningkat lantaran orang tidak percaya dengan masa depan mereka, termasuk soal pekerjaan,” terang Miah dikutip dari Bloomberg, Rabu (22/4).

Kata dia, keputusan untuk mempunyai anak di tengah kondisi ekonomi nan tidak menentu menjadi pertimbangan besar bagi banyak orang. “Kalau Anda punya bayi sekarang, itu berfaedah ada satu mulut lagi nan kudu diberi makan,” ujarnya.

Selain aspek ketidakpastian ekonomi, perubahan pola permintaan juga dipengaruhi oleh berkurangnya support dukungan internasional. Penurunan pengedaran kondom dari lembaga seperti USAID membikin lebih banyak pihak beranjak ke pasar komersial, sehingga turut mendorong permintaan.

Harga Naik lantaran Bahan Baku Sulit

Durex Invisible. Foto: Intan Kemala Sari/kumparan

Miah mengungkapkan perang membikin bahan baku kondom semakin sulit. Karena itu, perusahaan bakal meningkatkan nilai hingga 30 persen dalam beberapa bulan ke depan.

"Kami tengah dalam proses menyesuaikan nilai dengan sebagian besar pengguna dan ini mungkin salah satu kenaikan terbesar nan pernah kami lakukan dalam waktu lama,” ujarnya.

Sejak perang dimulai, biaya produksi Karex naik sekitar 25-30 persen. Kenaikan ini terjadi akibat kelangkaan bahan kimia berbasis minyak untuk pelumas serta lonjakan nilai bahan baku nan merambat di seluruh rantai pasok. Gangguan tersebut juga ikut mendorong kenaikan biaya untuk pembungkus dan pelumas kondom.

Miah mengatakan Karex tetap mempunyai bahan baku nan cukup untuk dua hingga tiga bulan ke depan. Tapi jika perang terus berlanjut, kemungkinan nilai kondom bakal kembali dinaikkan.

“Kami tidak bisa memastikan bahwa ke depan tidak bakal ada penyesuaian nilai lagi,” terangnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan