Permintaan Global Pulih, Sektor Tekstil Bisa Perkuat Kinerja Ekspor RI

Sedang Trending 51 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia dinilai berpeluang untuk memperkuat kontribusinya terhadap ekspor nasional, seiring membaiknya permintaan dunia dan meningkatnya kebutuhan produk tekstil berkelanjutan. Untuk memanfaatkan momentum tersebut, industri TPT pun perlu memperkuat daya saing melalui penguatan rantai pasok, modernisasi produksi, serta support pembiayaan ekspor.

Indonesia Eximbank Institute mencatat permintaan dunia terhadap produk tekstil hulu, seperti benang, kain tenun, dan kain rajut, mulai menunjukkan tren pemulihan sepanjang 2025. Kondisi tersebut membuka kesempatan bagi industri tekstil nasional untuk meningkatkan penetrasi pasar internasional, meski pangsa ekspor Indonesia tetap menghadapi tekanan dari meningkatnya daya saing negara China, India, dan Vietnam.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, LPEI menyelenggarakan LPEI Export Forum (LEF) Bandung bertema "Membangun Rantai Pasok Garmen nan Kompetitif dan Berkelanjutan untuk Pasar Global". Forum ini mempertemukan pelaku industri tekstil dan garmen, eksportir, pemasok, asosiasi, serta pemangku kepentingan lainnya, untuk membahas prospek pasar dunia sekaligus strategi memperkuat daya saing ekspor Indonesia.

Direktur Pelaksana Bisnis I LPEI, Anton Herdianto, mengatakan daya saing ekspor tekstil Indonesia saat ini ditopang oleh produk finished fabric nan porsinya mencapai sekitar 74% dari total ekspor TPT nasional. Menurutnya, keberlanjutan keahlian ekspor tidak hanya ditentukan oleh produsen garmen, tetapi juga oleh kekuatan seluruh rantai pasok industri.

"Buyer dunia sekarang tidak hanya mempertimbangkan nilai nan kompetitif, tetapi juga kualitas produk, ketepatan pengiriman, traceability, kepatuhan terhadap standar internasional, hingga penggunaan material nan berkelanjutan. Karena itu, penguatan rantai pasok menjadi kunci untuk menjaga daya saing ekspor Indonesia," ujar Anton dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).

Indonesia Eximbank Institute memperkirakan ekspor tekstil nasional tetap tumbuh solid hingga 2027 seiring prospek pertumbuhan dunia nan membaik dari ketidakpastian dunia dan proyeksi penurunan suku kembang dunia di masa mendatang.

Ekspor tekstil nasional diperkirakan tumbuh sekitar 2%-3,2% pada 2026 dengan memandang realisasi pertumbuhan ekspor saat ini di level 1,3%, sementara pada 2027 diperkirakan tumbuh hingga 3,5%-4,0%. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap produk tekstil berkelanjutan, terutama di segmen pasar premium.

Menurut Anton, Indonesia mempunyai modal nan kuat untuk menangkap kesempatan tersebut, terutama dari sisi biaya tenaga kerja nan kompetitif serta struktur industri nan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Tantangannya sekarang adalah meningkatkan produktivitas, mempercepat modernisasi industri, dan memenuhi standar keberlanjutan nan semakin menjadi persyaratan utama di pasar ekspor.

Untuk mendukung transformasi tersebut, LPEI menyediakan beragam akomodasi pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan trade finance nan disesuaikan dengan kebutuhan eksportir. Dukungan tersebut mencakup pembiayaan pra-pengapalan (pre-shipment) dan pascapengapalan (post-shipment), Trade Credit Insurance (TCI) untuk melindungi akibat kandas bayar dari pembeli luar negeri, serta Marine Cargo Insurance guna memberikan perlindungan selama proses pengiriman barang.

Hal ini juga sejalan dengan pengarahan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa beberapa waktu lampau nan mendorong revitalisasi industri tekstil dan sepatu melalui penyediaan likuiditas nan terjangkau lewat Indonesia Eximbank/ LPEI guna memperbarui permesinan dan meningkatkan daya saing global.

"Penguatan rantai pasok tekstil nasional memerlukan kerjasama nan erat. LPEI datang tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga jasa advisory dan market insight agar eksportir semakin siap memenuhi kebutuhan pasar global," kata Anton.

sementara itu, Direktur Utama PT Ungaran Sari Garments, Maniwanen, mengungkapkan LPEI mendukung perusahaan menjaga kelancaran aktivitas ekspor sekaligus meningkatkan mitigasi akibat perdagangan internasional, terutama di bagian tekstil.

"Fasilitas LPEI sangat membantu operasional ekspor kami. Selain mengurangi beban pembiayaan, produk asuransinya juga memberikan perlindungan terhadap beragam akibat sehingga kami lebih percaya diri dalam memperluas pasar ekspor," ujarnya.

Melalui penguatan pembiayaan, peningkatan kapabilitas industri, dan kerjasama nan semakin erat antara pemerintah, LPEI, serta pelaku usaha, industri tekstil Indonesia diharapkan bisa meningkatkan daya saing sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap ekspor nasional di tengah perubahan lanskap perdagangan global.

(rah/rah)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News