Masjid di 'Kampung Tenggelam' yang Muncul Lagi dalam Kondisi Utuh

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Bangunan masjid di tengah Bendungan Karian, Lebak, Banten berdiri utuh meski tergenang air waduk.  Masjid berkubah biru dan bermenara itu tetap berdiri tegak di antara bangunan-bangunan lain nan sudah tak lagi utuh.

Menurut warga, Maman, Masjid Al Mujahidin nan kembali muncul ke permukaan imbas tandus tersebut memang diwasiatkan untuk tidak dibongkar.

Maman nan dulu tinggal tepat di samping masjid Kampung Somang itu menceritakan bahwa gedung itu merupakan masjid bersejarah. Maman menyebut masjid tersebut sudah ada sejak era kolonial Belanda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang mendirikan Abuya, katanya dibangun sejak era Belanda. Tapi baru direnovasi sekitar 15 tahun lalu," kata Maman mengutip detikcom, Rabu (29/7).

Maman menyebut cucu alias keturunan Abuya berpesan agar masjid itu tidak dibongkar apa pun nan terjadi. "Dibuatkan masjid baru, jadi nan dipindah itu hanya lima tiang utama di bagian dalam," ujar Maman.

Sebelumnya, kampung di Bendungan Karian sekarang kembali muncul ke permukaan seiring menyusutnya air waduk lantaran kemarau. Meski sudah tidak beratap, tembok-tembok rumah di kampung tersebut terlihat jelas.

Sisa-sisa permukiman padat masyarakat nan dulu terendam air itu pun kembali tampak.

"Lokasi berada di ujung genangan Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira. Ini sudah masuk area hulu nan jaraknya 16 kilometer dari as Bendungan, dan awalnya memang merupakan wilayah permukiman padat," ujar Kepala BBWS Cidanau Ciujung Cidurian (C3), Dedi Yudha Lesmana, Senin (27/7).

Bangunan-bangunan di sana memang sengaja tidak dihancurkan saat pengisian air dimulai. Petugas hanya membereskan pepohonan dan tanaman di sekitar area waduk.

"Kondisi seluruh area genangan, meski sudah dibebaskan, tidak dilakukan demolish untuk gedung nan terdampak. Adapun nan dilakukan proses clearing oleh tim bangunan hanya tanamannya saja," terangnya.

Dedi menjelaskan bahwa saat ini air di waduk menyusut sekitar 5 persen. Penyusutan itulah nan membikin deretan rumah nan telah ditinggalkan penduduk kembali terlihat jelas.

"Pada muka air banjir (MAB) waduk, sebagian rumah memang bakal tenggelam lantaran beda tingginya dengan muka air normal sekitar 3,35 meter. Saat ini elevasinya turun sekitar 80 cm dari muka air normal," pungkasnya.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional