Perlukah Gentle Parenting saat Anak Berbuat Salah?

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Perlukah Gentle Parenting saat Anak Berbuat Salah?

Ilustrasi gentle parenting. (Foto: dok Freepik/pikisuperstar)

JAKARTA - Menjadi orangtua adalah sebuah anugerah, meski terkadang banyak tantangannya. Apalagi jika anak sedang tantrum padahal sedang buru-buru, rasanya pasti mau mengeluarkan emosi. 

Belakangan ini, pendekatan gentle parenting makin terkenal lantaran dinilai sangat baik untuk mental dan perkembangan emosional anak. Tapi, apa sebenarnya pola asuh ini dan gimana langkah kerjanya?

Apa Itu Gentle Parenting?

Melansir Cleveland Clinic, Dokter Spesialis Anak Karen Estrella mengatakan, gentle parenting adalah pola asuh nan bermaksud membesarkan anak nan percaya diri, mandiri, dan bahagia. Kuncinya ada pada empat hal: empati, rasa hormat, pengertian, dan batas nan sehat.

Jika pola asuh tradisional berfokus pada reward and punishment (hadiah dan hukuman), gentle parenting membujuk orangtua untuk tidak menakut-nakuti alias meneriaki si mini agar berakhir lantaran takut saat mereka berulah. Sebaliknya, orangtua justru membantu mereka memahami kenapa perilaku tersebut salah agar mereka punya kesadaran diri nan baik.

Dampak Positif dan Tantangan Gentle Parenting

Pola asuh ini tak bisa langsung mengubah anak secara kilat. Dengan pola asuh seperti ini otomatis anak perlahan belajar gimana tindakan mereka berakibat pada emosi orang lain lantaran orangtua sering mendiskusikan emosi dengan mereka.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com