Perkuat Tata Kelola Hijau dengan Integrasikan Risiko Perubahan Iklim ke Strategi Bisnis

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Perkuat Tata Kelola Hijau dengan Integrasikan Risiko Perubahan Iklim ke Strategi Bisnis Ilustrasi(Dok Magnific )

PRODUSEN cat nasional PT Avia Avian Tbk (Avian Brands) menerbitkan Climate Risk Report (Laporan Risiko Iklim) perdana perusahaan nan berbasis standar dunia International Financial Reporting Standards (IFRS) S2. Langkah ini menjadi tonggak strategis perseroan dalam memperkuat transparansi tata kelola suasana di tengah meningkatnya perhatian penanammodal terhadap rumor keberlanjutan. Laporan akibat suasana tersebut diterbitkan berbarengan dengan publikasi Sustainability Report (Laporan Keberlanjutan) perseroan periode tahun kitab 2025. 

Direktur Operasional dan Pengembangan Avian Brands, Robert Christian Tanoko, menjelaskan bahwa laporan ini disusun menggunakan standardisasi Climate-related Disclosures (IFRS S2) nan dikeluarkan oleh International Sustainability Standards Board (ISSB). Melalui skema ini, rumor perubahan suasana sekarang diintegrasikan langsung sebagai bagian dari akibat finansial dan strategi ketahanan upaya jangka panjang.

“Climate Risk Report ini merupakan langkah awal Avian Brands untuk membangun sistem pelaporan suasana nan lebih transparan, terukur, dan terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan. Kami percaya bahwa perusahaan nan bisa memahami dan mengelola akibat suasana dengan baik bakal mempunyai daya tahan upaya nan lebih kuat di masa depan,” ujar Robert dalam keterangannya, Senin (8/6).

Dalam laporan perdananya, Avian Brands memetakan dua aspek utama akibat iklim, ialah akibat bentuk (physical risk) akibat perubahan cuaca ekstrem nan dapat mengganggu rantai pasok, serta akibat transisi (transition risk) mengenai perubahan izin dan pergeseran preferensi konsumen menuju produk hijau.

Melalui laporan ini, Avian Brands mulai mengintegrasikan identifikasi akibat iklim, kajian akibat bisnis, strategi mitigasi, serta pengelolaan transisi suasana ke dalam proses upaya dan tata kelola perusahaan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa rumor perubahan suasana tidak lagi dipandang sebagai rumor nonfinansial semata, tetapi telah menjadi bagian krusial dalam strategi keberlanjutan dan ketahanan upaya perusahaan.

Dalam Climate Risk Report perdana ini, Avian Brands memaparkan beragam aspek mengenai climate governance, identifikasi akibat bentuk dan akibat transisi, pendekatan manajemen akibat iklim, hingga kesempatan upaya dari pengembangan produk dan operasional nan lebih berkelanjutan. Robert menambahkan, komitmen mengambil standar IFRS S2 ini bakal ditindaklanjuti secara konkret di area operasional lapangan. Avian Brands berencana mempercepat program efisiensi daya di area produksi, mereduksi emisi karbon dari aktivitas logistik, serta meluncurkan lebih banyak penemuan produk cat ornamental nan ramah lingkungan (eco-friendly).

Penerbitan laporan berbasis standar internasional ini sekaligus meningkatkan kesiapan emiten produsen cat tersebut dalam memenuhi ekspektasi izin keterbukaan informasi, baik dari otoritas pasar modal dalam negeri maupun standar audit hijau bagi para mitra kerja global. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia