
Perkuat Penyaluran FLPP, BTN Minta Rumah Subsidi Langsung Ditempati (Foto: Ilustrasi Kementerian PKP)
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendorong peningkatan kualitas dan keterhunian rumah subsidi seiring dengan ekspansi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Provinsi Jambi.
Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak hanya perlu terjangkau, tetapi juga layak, nyaman, aman, sehat, dan didukung lingkungan nan baik.
Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar mengatakan, rumah mempunyai kegunaan lebih besar daripada sekadar gedung fisik. Rumah menjadi tempat hubungan family sekaligus ruang bagi anak-anak untuk tumbuh dan membentuk karakter.
“Rumah bukan hanya dilihat dari sisi bentuk semata, tetapi gimana rumah bisa memberikan kenyamanan, keamanan serta kesehatan bagi penghuninya. Karena itu, setelah janji kami juga mendorong para debitur untuk segera menghuni dan merawat rumahnya dengan baik,” ujar Hirwandi dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (30/8/2026).
Menurut Hirwandi, salah satu tantangan dalam mengurangi backlog perumahan adalah mempertemukan info peminatan masyarakat dengan kesiapan lahan dan pasokan kediaman di letak nan sesuai.
BTN pun mendorong sinergi dengan pemerintah wilayah dan developer agar pembangunan rumah semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Berbagai kebijakan pemerintah turut memperluas akses MBR terhadap hunian, antara lain KPR FLPP dengan suku kembang tetap 5% sepanjang tenor, Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) Rp4 juta, Kredit Program Perumahan (KPP), serta beragam insentif mengenai PPN, BPHTB, dan PBG.
Keterhunian FLPP
Sementara itu, peningkatan penyaluran FLPP di Jambi juga ditopang tingkat keterhunian nan relatif tinggi. Berdasarkan info BP Tapera, tingkat keterhunian rumah FLPP di Provinsi Jambi mencapai 95,07%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 94,02%. Grand Citra Asri Pudak juga menjadi salah satu area perumahan nan masuk dalam pemantauan BP Tapera berbareng BTN KC Jambi pada Agustus 2026.
Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, kebutuhan kediaman bakal terus berkembang sejalan dengan pertumbuhan area perkotaan dan urbanisasi. Karena itu, pembangunan perumahan perlu ditopang akomodasi dasar nan memadai.
“Kami berkomitmen bakal membangun akomodasi dasarnya, ialah pendidikan dan kesehatan, termasuk air bersih. Tiga perihal ini menjadi komitmen kami,” ujar Maulana.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·