Let's AFK, Ruang untuk Kabur Sejenak dari Rutinitas dan Bertemu Teman Baru

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Komunitas Let's Away From Keyboard (AFK). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Rutinitas orang dewasa terkadang hanya berputar di antara kerja, makan, tidur, lampau mengulang semuanya kembali keesokan harinya. Di tengah kesibukan itu, mencari waktu untuk melakukan aktivitas baru sekaligus berjumpa orang-orang di luar lingkungan kerja pun tidak selalu mudah.

Berangkat dari keresahan tersebut, lahirlah Let's Away From Keyboard (AFK), organisasi nan membujuk orang-orang untuk sejenak menjauh dari layar dan berjumpa secara langsung lewat beragam kegiatan.

Eli Sulistiawati, salah satu tim Let's AFK, mengatakan organisasi ini awalnya dibentuk lantaran kehidupan orang-orang di usia 20-an sering kali hanya dipenuhi rutinitas nan sama.

“Kita sebagai 20s itu biasanya hanya kerja, tidur, makan, terus repeat. Tapi rupanya kita butuh activity di luar itu. Biasanya kita ngelakuinnya sendirian, padahal kita butuh kawan dan butuh kenalan sama nan lain,” ujar Eli kepada kumparan.

Komunitas Let's Away From Keyboard (AFK). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Sesuai namanya, Let's AFK mau membujuk orang-orang untuk away from keyboard, terutama setelah menghabiskan hari-hari kerja di depan layar. Apa pun aktivitas nan dilakukan, tujuan organisasi ini tetap sama, ialah mempertemukan orang-orang secara langsung dan membuka kesempatan untuk berkenalan dengan stranger.

“Kita ngumpulin orang secara offline, away from keyboard, terus mereka bisa ngobrol sama stranger dan dapat kenalan baru. Serunya, kita datang betul-betul enggak kenal siapa-siapa, tapi pulangnya bisa dapat kawan baru,” kata Eli.

Kegiatan nan diadakan Let's AFK pun beragam. Mulai dari journaling, baca buku, lari dan yoga bersama, hingga eksplorasi sejumlah tempat di Jakarta. Mereka juga pernah mengadakan Share Table, Teach Me Something, Ngobrol in English, board game, mystery case, deep talk, hingga blind date.

Komunitas Let's Away From Keyboard (AFK). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Beberapa waktu lalu, kumparan juga berkesempatan mengikuti salah satu aktivitas Let's AFK, ialah jalan-jalan berbareng di Taman Margasatwa Ragunan. Para peserta nan datang sebagian besar awalnya belum saling mengenal. Namun, sembari melangkah dan menikmati suasana Ragunan, mereka mulai berbincang dan mengenal satu sama lain.

Menariknya, banyak peserta nan datang sendiri. Nil, salah satu peserta, mengaku berasosiasi dengan Let's AFK setelah pindah dan tinggal sendiri. Ia mau mencari aktivitas untuk mengisi waktu senggang sekaligus berjumpa kawan baru.

“Dulu lantaran ngekos dan enggak tinggal di rumah lagi, jadi nyari-nyari aktivitas dan kawan baru. Akhirnya ketemu organisasi Let's AFK ini buat mengisi waktu senggang di weekend,” ujar Nil dalam kesempatan nan sama.

Bagi Nata dan Dani, datang sendirian untuk berjumpa dengan stranger memang sempat terasa menegangkan. Namun, setelah mengikuti aktivitas tersebut, keduanya justru merasa lebih nyaman dan sukses berkenalan dengan orang-orang baru.

“Awalnya saya juga merasa susah untuk bersosialisasi alias memulai komunikasi. Tapi rupanya tidak semengerikan itu. Teman-teman di sini juga ramah, jadi setelah berbincang rasa canggung itu perlahan hilang,” kata Dani.

Komunitas Let's Away From Keyboard (AFK). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Bagi para peserta, Let's AFK bukan hanya menjadi tempat untuk melepas penat dari rutinitas kerja. Komunitas ini juga membuka kesempatan untuk memperluas pergaulan, mencoba pengalaman baru, hingga menemukan kawan nan mempunyai gelombang nan sama.

Eli apalagi mengatakan, beberapa peserta nan awalnya datang sebagai stranger akhirnya membangun circle pertemanan sendiri dan tetap berasosiasi di luar aktivitas Let's AFK. Lewat beragam aktivitas nan terus berganti setiap minggunya, Let's AFK menawarkan ruang sederhana untuk keluar sejenak dari rutinitas.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan