Perkuat Literasi Anak Indonesia, Kemendikdasmen Perluas Ketersediaan Buku Bacaan Bermutu

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Perkuat Literasi Anak Indonesia, Kemendikdasmen Perluas Ketersediaan Buku Bacaan Bermutu Ilustrasi(Dok Kemendikdasmen)

PEMERINTAH terus memperluas akses terhadap buku referensi bermutu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat budaya literasi di Indonesia. Langkah tersebut dijalankan melalui kerjasama antara pemerintah, pemerintah daerah, bumi usaha, dan beragam komponen masyarakat.

Komitmen itu ditunjukkan dalam aktivitas Pelepasan 5,5 Juta Buku Bacaan Bermutu untuk jenjang SD dan SMP nan digelar di Kudus, Jawa Tengah, Jumat (31/7).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, penguatan literasi dan numerasi merupakan penerapan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto nan menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, peningkatan minat baca anak menjadi salah satu agenda nan terus didorong melalui kerja sama lintas sektor.

"Kami berupaya dengan segala keahlian agar minat baca anak dapat ditingkatkan. Bersama mitra, termasuk Pura Barutama dan PT Mars Akbar Mandiri, kami berambisi program ini melangkah lancar dan memberi faedah bagi anak-anak Indonesia," kata Abdul Mu’ti.

Ia menegaskan bahwa penyediaan kitab referensi berbobot bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Pemerintah wilayah dan sektor swasta juga mempunyai peran krusial dalam memperkaya sumber referensi bagi peserta didik.

Menurutnya, kebiasaan membaca perlu terus ditumbuhkan lantaran proses belajar tidak hanya berjalan di ruang kelas nan mempunyai keterbatasan waktu dan ruang.

Selain memperluas pengedaran kitab cetak, Kemendikdasmen juga menghadirkan jasa Rumah Pendidikan nan menyediakan akses cuma-cuma bagi pembimbing dan peserta didik untuk mengunduh kitab teks maupun nonteks dalam format digital, audio, dan video. Kehadiran platform tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap sumber belajar nan berkualitas.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, mengapresiasi langkah Kemendikdasmen dalam menghadirkan pendidikan nan inklusif melalui penyediaan kitab berhuruf braille serta bahan belajar dalam corak audio dan video bagi anak berkebutuhan khusus.

"Upaya ini kudu terus diperkuat sebagai bagian dari peningkatan mutu literasi nasional," ujar Hariqo.

Hariqo juga membujuk seluruh pemangku kepentingan untuk bergotong royong memperluas akses terhadap kitab referensi berbobot agar semakin banyak anak Indonesia mempunyai keahlian membaca dan menulis nan baik.

Dukungan terhadap Gerakan Literasi Nasional 2026 juga datang dari bumi usaha. Direktur Utama PT Pura Barutama, Bambang Handoko menyatakan komitmennya untuk terus mendukung upaya berbareng dalam memperluas budaya membaca sebagai bekal membangun generasi penerus bangsa nan berwawasan luas.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin menjelaskan bahwa pengedaran kitab tahun ini menjangkau 510 kabupaten/kota di 38 provinsi. Penyaluran diprioritaskan bagi satuan pendidikan nan tingkat keahlian literasinya tetap berada di bawah kompetensi minimum berasas hasil Asesmen Nasional (AN).

Meski pengedaran belum mencakup seluruh sekolah sasaran, Badan Bahasa memastikan setiap paket kitab telah dilengkapi pedoman pemanfaatan agar dapat digunakan secara optimal oleh guru, kepala sekolah, maupun peserta didik.

"Di dalam buku-buku nan dikirimkan, sudah dilengkapi dengan pedoman pemanfaatan kitab tersebut, sehingga diharapkan kelak bakal mempermudah para guru, kepala sekolah, dan siswa untuk memanfaatkan buku-buku tersebut," jelasnya.

Hafidz berambisi kerjasama nan terjalin antara pemerintah dan beragam pihak dapat memperluas akses anak-anak Indonesia terhadap referensi berbobot sekaligus memperkuat budaya literasi nasional.

"Langkah kita berbareng ini menjadi pendorong agar kitab referensi berbobot nan didistribusikan berfaedah dengan maksimal. Semoga nan kita lakukan dapat menghasilkan murid-murid nan cerdas, kritis, dan berbudi pekerti guna mendukung kemajuan bangsa Indonesia," tuturnya. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia