Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah ketatnya blokade dan meningkatnya akibat keamanan di Selat Hormuz, sebuah kapal tanker gas alam cair (LNG) nan dikelola Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan sukses melintasi jalur vital tersebut dan sekarang terdeteksi berada di dekat India. Jika terkonfirmasi, ini bakal menjadi peristiwa langka, apalagi nan pertama, sejak pecahnya perang Iran pada akhir Februari.
Data pencarian kapal pada Senin (27/4/2026) menunjukkan tanker LNG berkapasitas 136.357 meter kubik nan dikelola oleh Adnoc Logistics & Services, anak upaya ADNOC, muncul di lepas pantai barat India. Kapal tersebut sebelumnya terakhir terdeteksi berada di area Teluk pada 30 Maret.
Kemunculan kembali kapal ini setelah berminggu-minggu tanpa sinyal memicu spekulasi bahwa kapal tersebut telah sukses melintasi Selat Hormuz, jalur nan selama beberapa waktu terakhir nyaris lumpuh akibat bentrok dan ketegangan militer.
Selama bentrok berlangsung, kapal-kapal nan beraksi di sekitar Teluk diketahui menggunakan beragam strategi penghindaran untuk mengurangi akibat diserang alias ditahan. Di antaranya adalah mematikan sistem pencarian letak alias apalagi mengirimkan identitas palsu.
Kondisi ini membikin verifikasi posisi kapal menjadi lebih sulit.
Analis senior LNG dari ICIS, Alex Froley, menyebut bahwa hingga sekarang belum ada konfirmasi resmi mengenai posisi kapal tersebut.
"Kami belum mendengar konfirmasi resmi mengenai posisinya. Ada kalanya info sinyal memang bermasalah, alias kapal memalsukan posisi apalagi menggunakan identitas kapal lain, tetapi posisi nan ditunjukkan saat ini tidak memperlihatkan tanda-tanda jelas ke arah itu," ujarnya, dilansir Reuters, Selasa (28/4/2026).
Jika betul kapal tersebut sukses melintasi Selat Hormuz, perihal ini bisa menjadi sinyal awal, meski tetap sangat terbatas, bagi pemulihan pengedaran daya global, khususnya gas alam cair.
Namun, Froley mengingatkan bahwa satu keberhasilan tidak serta-merta menandakan kondisi sudah membaik.
"Jika tanker itu betul-betul telah melintas, ini bisa menjadi tanda angan bagi pasar gas, tetapi tetap sangat awal. Satu kapal nan sukses melintas tidak berfaedah kapal lain bisa mengikuti, lantaran situasi berubah sangat cepat," tambahnya.
Adapun sejak perang Iran dimulai pada 28 Februari, Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik. Jalur ini merupakan arteri krusial bagi pengedaran daya dunia, namun sekarang nyaris tidak dapat diakses secara normal.
Upaya kapal-kapal lain untuk melintasi selat tersebut sebelumnya banyak menemui kegagalan. Beberapa tanker dari Qatar dilaporkan dua kali mencoba menyeberang pada April, namun tidak berhasil.
Sementara itu, hanya satu kapal LNG kosong dari Oman nan diketahui sukses melintas pada awal bulan ini, tanpa membawa muatan.
(luc/luc)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·